Selamat berkunjung di blog ini, jangan lupa tinggalkan komentar anda, terima kasih....

Kamis, 10 September 2009

Menyambut lailatul qadr

Tanpa terasa kita telah memasuki 10 hari terakhir bulan Ramadhan, dimana Allah akan membebaskan hambanya dari api neraka atau di sebut juga fase Itkun minan naar. Sebagaimana hadist- hadist Rasululloh yang masyhur bahwa di 10 terakhir terdapat Lailatul Qadr yaitu suatu malam yang dimuliakan oleh Allah dari malam-malam lainnya. Pada malam itu Allah memberikan keutamaan dan kebaikan yang teramat banyak, seperti yang tercantum di surat Al Qadr : 1-5 “Sesungguhnya, kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada malam Qadr (Kemuliaan). Tahukan kamu, apakah malam Qadr itu? Malam Qadr itu lebih baik daripada seribu bulan. Pada malam itu, turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Allah untuk mengatur segala urusan Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar”

Namun apakah kita sudah cukup peduli dengan keistimewaan Lailatul Qadr, cukup tanggap untuk memperoleh manfaat atau pahala di malam Lailatul qadr, sebab tidak seperti keistimewaan pada suatu barang, keistimewaan yang yang ditetapkan pada suatu tanda waktu adalah keistimewaan pasif yang tidak aktual dengan sendirinya. Di butuhkan respon dan aksi untuk mengaktualisasikannya, Lailatul Qadr akan bermakna apabila kita mengisinya dengan amal ibadah yang bernilai indah di mata Alloh. Tanpa itu, Lailatul Qadr hanya akan menjadi satuan waktu biasa seperti malam-malam biasa .

Yang paling baik kita lakukan pada Lailatul Qadr adalah beribadah dan ber-taqarrub kepada Allah. Diantara yang dianjurkan adalah:
1. I’tikaf, yaitu berada di masjid. Karena, Rasulullah SAW melakukan I’tikaf dan menjadikannya budaya yang tidak pernah beliau tinggalkan.
2. Qiyamul Lail (Shalat Malam). Rasulullah SAW bersabda; “Barang siapa yang menghidupkan malam Lailatul Qadr dengan Qiyamul lail karena iman dan mengharapkan pahala dari Allah.
3. Berdoa dan berdzikir. Aisyah ra berkata, “Wahai Rasulullah, bagaimana menurutmu apabila aku mengetahui Lailatul Qadr? Beliau bersabda; “Ucapkanlah, Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu’anna (Ya Allah, sesungguhnya Engkau adalah pemaaf dan menyukai maaf, maka maafkanlah aku)” (HR Turmudzi)

Lailatul Qadr dapt kita temui dari tanda-tandanya. Ahli hadits seperti Muslim, Ahmad, Abu Daud dan Turmudzi meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda; “Saat terjadi Lailatul Qadr, malam terasa jernih, terang dan tenang. Cuaca sejuk. Tidak terasa panas. Tidak terasa dingin. Dan pada pagi harinya matahari terbit dengan terang benderang tanpa tertutup satu awan”



Ada beberapa ulama salaf yang setiap tahunnya menemui malam lailatul qadr, sehingga mereka menyimpulkan menjadi satu syair yang maksudnya sebagai berikut:

  • apabila awal puasa Jum’at maka ambillah tanggal 29
  • jika diawali dengan Sabtu maka hari ke 21 tanpa ragu
  • apabila hari Ahad hari ke 27
  • dan jika hari senin maka lailatul qadr 29
  • jika selasa awal puasa maka di hari ke 25 akan didapat
  • apabila awal puasa hari rabu maka tanggal 27 lailatul qadr
  • sedang jika hari kamis maka malam tanggal 23

pendapat ini juga dikuatkan oleh beberapa ulama diantaranya Imam Nawawi.
Semoga saja kita dapat menemui keindahan Lailatul Qadr yang penuh keberkahan itu.

2 komentar:

ekosulistio mengatakan...

Wow..Malam 1000 bintang.. Kbaikan yg qt lakukan pd malam tsb akan berlipat2 pahalanya.
www.eko-sulistio.blogspot.com

grandis mengatakan...

SUBHANALLAAH...

trik blog
trik tips blog

trik blog
trik tips blog