Selamat berkunjung di blog ini, jangan lupa tinggalkan komentar anda, terima kasih....

Jumat, 10 Oktober 2008

Bercermin


Bercermin yaitu berdiri atau duduk di depan kaca sambil melihat bayangan dari tubuh atau wajah kita sendiri. Disaat bercermin timbul hal yang lucu, karena setiap gerakan orang yang sedang bercermin selalu ditiru oleh bayangannya sendiri, apabila kita mengangkat tangan keatas, maka bayangan kita juga mengangkat tangan keatas, apabila kita memicingkan mata , maka bayangan juga begitu, mungkin seandainya orang lain yang menirukannya, kita pasti tersinggung dan marah, tapi kalau bayangan yang di cermin yang menirukannya kita malah senang dan kagum dengan bayangan kita sendiri, hanya satu yang tidak bisa ditiru oleh bayangan kita yaitu bersuara.

Tapi yang terpenting di waktu melihat tubuh atau wajah kita di cermin sebaiknya kita renungkan dalam-dalam , alangkah besar jasa Allah kepada kita, yang telah membentuk dan melukis mata , hidung, bibir dan seluruh tubuh kita yang sedemikian indah. Wajah kita di bentuk oleh Allah sedemikian sempurna dan selalu berbeda-beda dengan orang lain.


Masih banyak juga orang tampan atau cantik yang berdiri di depan cermin tidak merasa bahwa ketampanan atau kecantikannya adalah ciptaan Allah, sehingga mereka lupa bahwa susunan tulang ,daging, urat dan darah yang membentuk tubuh dan wajah yang indah itu suatu saat akan hancur dan membusuk menjadi mangsa ulat di liang kubur di balik timbunan tanah.

Jadi sambil kita bercermin, sebaiknya di ikuti oleh perasaan bersyukur yang mendalam atas semua ciptaan Allah yang ada di tubuh ini supaya kita tetap rendah diri.

2 komentar:

Ani mengatakan...

Betul mas, sambil bercermin hendaknya kita bersyukur kepada Allah, ada doa ketika bercermin kan?

Zulfahri mengatakan...

Hati adalah cermin jiwa..Cermin pancaran jiwa