Selamat berkunjung di blog ini, jangan lupa tinggalkan komentar anda, terima kasih....
Tampilkan postingan dengan label Islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Islam. Tampilkan semua postingan

Senin, 26 Mei 2014

Syukur Bersama Allah

 Syeikh Ahmad ar-Rifa’y

 Riwayat dari Abdullah bin Amr ra:
“Tuhanku mendidikku, dan “Rasulullah saw, masuk ke dalam rumahku, lalu bersabda, “Wahai
Abdullah bin Amr, bukankan aku diberi informasi bahwa sebenarnya dirimu sangat ketat (memaksa diri) dalam sholat malam dan puasa di siang hari?” Aku menjawab, “Saya memang melakukannya…”. Lalu Rasulullah saw, bersabda, “Cukuplah bagimu sebulan itu puasa tiga hari. Satu kebaikan itu sebanding dengan dengan sepuluh kebaikan, maka  (jika anda melakukan puasa tiga hari setiap bulan) sama dengan puasa setahun penuh….” (Hr. Bukhari, Muslim, Ahmad, Tirmidzy, Nasa’I, Ibnu Majah, Daramy dan Ibnu Sa’d) Dia mendidik adabku dengan baik.”
Dalam hadits ini ada rahasia-rahasia:
  1. Adanya berita gembira atas kesinambungan cahaya amal dengan cahaya amal yang lain tanpa terhenti, walau pun ada jarak waktu yang jauh.
  2. Berlipatgandanya pahala amal pada ummat ini, satu kebaikan sebanding dengan sepuluh kebaikan, agar hatinya bangkit untuk amal kebajikan.
  3. Tidak adanya keterpaksaan yang membuat si hamba jadi bosan.
  4. Terus menerus berdzikir hingga hati tak tertimpa kealpaan.
  5. Kepastian iman terhadap janji dan kebajikan  kemuliaan Allah swt.
Semua perilaku tersebut merupakan tingkah kaum ‘arifin yang melepaskan diri dari hasrat duniawi dan ukhrowi, dimana hasrat citanya hanyalah Tuhan mereka. Maka siapa pun yang himmahnya hanyalah Rabb, tiadalagi hasrat lain baginya.
Yahya bin Mu’adz ra,  dalam munajatnya mengatakan:
“Ilahi, bila aku mengenalMu, sesungguhnya Engkau telah memberi petunjuk padaku. Jika aku mencariMu, sesungguhnya karena Engkau menghendakiKu. Jika aku datang kepadaMu, sesungguhnya Engkau memilihku. Jika aku taat padaMu, sesungguhnya karena Engkau memberi taufiq kepadaku. Dan jika  aku kembali kepadaMu, itu karena Engkau menghampiriku.”
Diriwayatkan bahwa Nabi Musa as telah bermunajat:
“Oh Tuhan, bagaimana caraku bersyukur atas nikmat-nikmatMu,  sedangkan setiap rambut yang tumbuh saja ada dua nikmat?”
Allah swt menjawab:
“Wahai Musa! Bila engkau tahu bahwa dirimu sangat  tak berdaya bersyukur kepadaKu,  sesungguhnya engkau benar-benar telah bersyukur kepadaKu….”
Allah swt, mewahyukan kepada Nabi Dawud as:
“Bersyukurlah atas nikmatKu kepadamu…”

Nabi Dawud as, menjawab:
“Ya Allah bagaimana aku bisa bersyukur kepadaMu, sedangkan syukurku kepadaMu itu adalah nikmat teragung bagiku?”
“Bila engkau tahu itu, sebenarnya engkau hambaku paling bersyukur padaKu…” firmanNya dalam wahyu kepadanya.

Selasa, 21 Agustus 2012

Nasib Muslim Rohingya di Myanmar Yang Kafir


Konflik Myanmar menyita perhatian dunia internasional akhir-akhir ini. Penindasan yang dialami Muslim Rohingya membuka mata atas sejarah mereka sebagai etnis Myanmar yang tidak diakui. Bahkan tidak saja itu, program pembersihan etnis ditengarai dilakukan pemerintah Myanmar (kini Burma) dengan berbagai metode yang kejam.

Sejarahnya panjang. Sebagai etnis, mereka sudah hidup di sana sejak abad 7 Masehi. Tapi sebagai Muslim dengan nama kerajaan Arakan, mereka sudah mulai ada sejak tahun 1430 sampai 1784 Masehi. Jadi sekitar 3,5 abad mereka dalam kekuasaan kerajaan Muslim hingga mereka diserang oleh Kerajaan Burma, dan dianeksasi oleh Inggris. Setelah itu mereka dibawa menjadi bagian dari British India yang bermarkas di india. Meski India saat itu juga belum merdeka.

Kemudian berjalan bertahun-tahun lamanya sampai tahun 1940-an. Ketika Burma merdeka tahun 1948, ada 137 etnis yang ada di Burma. Sejak itupun, Myanmar tidak mengakui keberadaan mereka sebagai etnis yang ada di tanah Burma. Padahal ketika merdeka, Burma memasukkan negara bagian Arakan sebagai bagian dari Burma, namun setelah itu orang Rohingya atau Muslim Arakan tidak diakui sebagai etnis yang eksis di sana. Jadi ini masalahnya, padahal mereka sudah ada sebelum negara ada. Mereka dinilai minoritas dari segi warna kulit dan bahasa serta dianggap lebih dekat kepada orang Bangladesh. Walaupun mereka bukan orang Bangladesh.

Biarawan Myanmar disebut turut andil menyebarkan kebencian terhadap Muslim Rohingya. Demikian laporan LSM lokal, Arakan Project,
"Beberapa tahun terakhir, para biksu memainkan peranan dalam penolakan masuknya bantuan kepada umat Islam," ungkap Direktur Arakan Project, Chris Lewa.

Dikatakannya, seorang anggota badan kemanusiaan di Sittwe mengungkap sejumlah biksu ditempatkan dekat kamp pengungsi. Mereka memeriksa setiap orang yang berkunjung lantaran khawatir akan memberikan bantuan.

Para pengamat mengatakan, biksu Myanmar terlihat memblokir bantuan internasional yang ditujukan untuk pengungsi muslim. Di Sittwe misalnya, para biksu menolak untuk mengizinkan masuknya bantuan internasional. Menurut mereka, bantuan itu sangat bias.
Amnesty Internasional mengatakan selepas bentrokan Muslim Rohingya kerap mendapat serangan fisik. Bahkan tak jarang jatuh korban.

Dalam kajian Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat terkait tragedi kemanusiaan yang menimpa Muslim Rohingya di Myanmar, telah terjadi penyesatann opini dan penggelapan sejarah yang dilakukan oleh Pemerintah Junta Militer Myanmar, yang menyebut bahwa Muslim Rohingya bukanlah orang asli Myanmar. Pernyataan ini sangat bertolak belakang dengan fakta sejarah. Padahal, keberadaan mereka sudah ada jauh sebelum Myanmar merdeka tahun 1948.





Beginilah nasib minoritas muslim di bawah pemimpin mayoritas yang tidak adil.
“Kami meninggalkan Myanmar karena kami diperlakukan dengan kejam oleh militer. Umat Muslim di sana kalau tidak dibunuh, mereka disiksa,” ujar seorang pengungsi, Nur Alam, seperti dikutip BBC, beberapa waktu lalu.
Nur bersama 129 Muslim Rohingya begitu umat Islam yang tinggal di utara Arakan, Myanmar, biasa disebut terpaksa harus meninggalkan tanah kelahirannya.

Ia bersama kawan-kawannya nekat melarikan diri dari Myanmar dengan menumpang perahu tradisional sepanjang 14 meter.
Mereka berjejalan di atas perahu kayu dengan bekal seadanya. Akibat mesin perahu yang mereka tumpangi rusak, Muslim Rohingya pun harus rela terkatung-katung di lautan yang ganas.Hingga akhirnya, mereka ditemukan nelayan Aceh dalam kondisi yang mengenaskan. Menurut Nur, mereka terombang-ambing ombak di lautan ganas selama 20 hari.
Kami ingin pergi ke Indonesia, Malaysia, atau negara lain yang mau menerima kami, tutur Nur. Demi menyelamatkan diri dan akidah, mereka rela kelaparan dan kehausan di tengah lautan.
Begitulah potret buram kuam Muslim Rohingya yang tinggal di bagian utara Arakan atau negara bagian Rakhine. Kawasan yang dihuni umat Islam itu tercatat sebagai yang termiskin dan terisolasi dari negara Myanmar atau Burma. Daerah itu berbatasan dengan Bangladesh.
Sejak 1982, Undang-Undang Kewarganegaraan Burma tak mengakui Muslim Rohingya sebagai warga negara Myanmar. Pemerintah di negara itu hanya menganggap mereka sebagai imigran ilegal dari Bangladesh atau keturunannya.
Terjebak dalam kondisi yang sangat tidak menguntungkan seperti itu, kaum Rohingya pun memilih untuk meninggalkan Myanmar.Tak mudah bagi mereka untuk melepaskan diri dari negara yang dikuasai Junta Militer itu. Tak jarang mereka harus mengalami kekerasan dan penyiksaan oleh pihak keamanan. Setelah mereka keluar dari negara tersebut, mereka tidak diperkenankan untuk kembali.
Selain itu, umat muslim Rohingya seperti terpenjara di tempat kelahirannya sendiri. Mereka tidak bisa bebas bepergian ke mana pun. Meskipun hanya ingin ke kota tetangga saja, pihak militer selalu meminta surat resmi. Saat ini, sekitar 200 ribu Muslim Rohingnya terpaksa tinggal di kamp pengungsi seadanya di Bangladesh.
Sebagian besar dari mereka yang tidak tinggal di tempat pengungsian resmi memilih untuk pergi ke negara lain melalui jalur laut, terutama melalui Laut Andaman. Kemudian, pihak Pemerintah Thailand juga mengabarkan bahwa mereka telah menahan sebanyak 100 orang Rohingya beberapa waktu yang lalu.
Pemerintah negeri Gajah Putih itu menolak menerima mereka sebagai pengungsi. Untuk mengatasi masalah ini, PBB sudah bergerak melalui salah satu organisasinya yang mengurusi pengungsi, UNHCR.
Populasi Muslim Rohingya di Myanmar tercatat sekitar 4,0 persen atau hanya sekitar 1,7 juta jiwa dari total jumlah penduduk negara tersebut yang mencapai 42,7 juta jiwa. Jumlah ini menurun drastis dari catatan pada dokumen Images Asia: Report On The Situation For Muslims In Burma pada Mei tahun 1997. Dalam laporan tersebut, jumlah umat Muslim di Burma mendekati angka 7 juta jiwa.
Mereka kebanyakan datang dari India pada masa kolonial Inggris di Myanmar. Sepeninggal Inggris, gerakan antikolonialisasi di Burma berusaha menyingkirkan orang-orang dari etnis India itu, termasuk mereka yang memeluk agama Islam. Bahkan, umat Muslim di Burma sering sekali menjadi korban diskriminasi.
Pada tahun 1978 dan 1991, pihak militer Burma meluncurkan operasi khusus untuk melenyapkan pimpinan umat Islam di Arakan. Operasi tersebut memicu terjadinya eksodus besar-besaran dari kaum Rohingya ke Bangladesh. Dalam operasi khusus itu, militer tak segan-segan menggunakan kekerasan yang cenderung melanggar hak asasi manusia.
Selain itu, State Law and Order Restoration Council (SLORC) yang merupakan rezim baru di Myanmar selalu berusaha untuk memicu adanya konflik rasial dan agama. Tujuannya untuk memecah belah populasi sehingga rezim tersebut tetap bisa menguasai ranah politik dan ekonomi.

Pada 1988, SLORC memprovokasi terjadinya pergolakan anti-Muslim di Taunggyi dan Prome.
Lalu, pada Mei 1996, karya tulis bernada anti-Muslim yang diyakini ditulis oleh SLORC tersebar di empat kota di negara bagian Shan. Hal tersebut mengakibatkan terjadinya kekerasan terhadap kaum Muslim. Kemudian, pada September 1996, SLORC menghancurkan masjid berusia 600 tahun di negara bagian Arakan dan menggunakan reruntuhannnya untuk mengaspal jalan yang menghubungkan markas militer baru daerah tersebut. Sepanjang Februari hingga Maret 1997, SLORC juga memprovokasi terjadinya gerakan anti-Muslim di negara bagian Karen.

Sejumlah masjid dihancurkan, Alquran dirobek dan dibakar.
Umat Islam di negara bagian itu terpaksa harus mengungsi. Burma Digest juga mencatat, pada tahun 2005, telah muncul perintah bahwa anak-anak Muslim yang lahir di Sittwe, negara bagian Rakhine (Arakan) tidak boleh mendapatkan akta kelahiran. Hasilnya, hingga saat ini banyak anak-anak yang tidak mempunyai akta lahir. Selain itu, National Registration Cards (NRC) atau kartu penduduk di negara Myanmar sudah tidak diberikan lagi kepada mereka yang memeluk agama Islam.

Mereka yang sangat membutuhkan NRC harus rela mencantumkan agama Buddha pada kolom agama mereka. Bahkan, Pemerintah Myanmar sengaja membuat kartu penduduk khusus untuk umat Muslim yang tujuannya untuk membedakan dengan kelas masyarakat yang lain. Umat Muslim dijadikan warga negara kelas tiga.
Umat Islam di negera itu juga merasakan diskriminasi di bidang pekerjaan dan pendidikan. Umat Islam yang tidak mengganti agamanya tak akan bisa mendapatkan akses untuk menjadi tentara ataupun pegawai negeri. Tak hanya itu, istri mereka pun harus berpindah agama jika ingin mendapat pekerjaan.
Pada Juni 2005, pemerintah memaksa seorang guru Muslim menutup sekolah swastanya meskipun sekolah itu hanya mengajarkan kurikulum standar, seperti halnya sekolah negeri, pemerintah tetap menutup sekolah itu. Sekolah swasta itu dituding mengajak murid-muridnya untuk masuk Islam hanya karena sekolah itu menyediakan pendidikan gratis. Selain itu, pemerintah juga pernah menangkap ulama Muslim di Kota Dagon Selatan hanya karena membuka kursus Alquran bagi anak-anak Muslim di rumahnya.

Ya Allah .. berilah kemuliaan pada mereka.
Ampunilah dosa-dosa mereka.
Angkatlah derajatnya
Musnahkanlah kesengsaraannya
Masukkanlah mereka dalam surga-Mu kelak.
Amien



Selasa, 07 September 2010

Pembakaran Al quran,Rencana keji kaum Salibis


Setelah sebelumnya melemparkan pesan kebencian lewat kaos bertuliskan "Islam Is Of The Devil", kali ini Gereja Dove World Outreach Center di Gainesville, Florida berencana untuk melakukan aksi yang lebih kontroversional dengan menyerukan agar warga Amerika Serikat membakar Al-Quran pada tanggal 11 September selama peringatan sembilan tahun penyerangan 11 September, mereka telah menabuh genderang perang.

Terry Jones, pendeta (pastor) senior Gereja Dove World Outreach Center di Gainesville, Florida, Amerika Serikat, menyerukan ke seluruh gereja dunia dan warga Amerika untuk terlibat memperingati Tragedi 11 September 2001 (Penghancuran Gedung Kembar WTC) dengan menjadikannya sebagai “International Burn a Koran Day” (Hari Membakar Alquran Internasional). Hari tersebut kemungkinan bertepatan dengan Hari Raya Idul Fitri 1431 H. di sejumlah media maya, seperti facebook dan youtube, gereja itu mengajak orang untuk ikut mendukung gerakan tersebut.

Namun ajakan gereja tersebut ternyata disikapi berseberangan oleh kaum kristiani sendiri. The National Association for Evangelicals (NAE) bereaksi dan mendesak Dove World Outreach Center untuk membatalkan acara yang direncanakan untuk membakar Quran itu.

Sementara itu, Council on American-Islamic Relations (CAIR) telah menyerukan umat Islam di Amerika untuk bereaksi terhadap rencana pembakaran Quran dengan dakwah melalui berbagi makanan saat buka puasa, memberikan mushaf Al Quran dan memberikan penjelasan mengenai Islam kepada para tetangga, masyarakat, aparat penegak hukum dan wartawan.

"Muslim Amerika dan orang yang memiliki hati nurani harus mendukung upaya pendidikan yang positif untuk mencegah penyebaran Islamophobia," kata Direktur Komunikasi Nasional CAIR Ibrahim Hooper.

Hooper menambahkan bahwa inisiatif untuk membakar Quran adalah salah satu upaya Islamophobia di negara bagian Florida dan seluruh Amerika Serikat.

Komandan pasukan militer Amerika Serikat (AS) yang berada di Afghanistan memperingatkan, rencana gereja kecil di Florida yang akan membakar Alquran pada saat perayaan 11 September mendatang, dapat membahayakan jiwa pasukannya.

Peringatan itu dikeluarkan setelah maraknya protes yang dilakukan oleh ratusan orang di Ibu Kota Afghan, Kabul, yang meneriakkan "Kematian untuk Amerika" pada Senin kemarin waktu setempat, setelah mereka mendapatkan kabar adanya pembakaran Alquran di Gereja Dove World Outreach Center di Florida.



Persekutuan Gereja Indonesia (PGI) bersama Forum Lintas Agama dengan keras mengecam tindakan kampanye pembakaran Al-Quran dari kelompok tersebut. Kepala Biro Penelitian dan Komunikasi PGI, Pendeta Henry Lokra di Jakarta mengatakan, "Dalam tindakan itu mereka mengatasnamakan kelompok agama, terutama membawa agama kristen, padahal hal itu tidak benar, Kristen mengajarkan cinta kasih dan tidak provokatif."

Ketua Laskar Empati Pembela Bangsa (LEPAS) Egi Sudjana yang hadir bersama Gerakan Peduli Pluralisme, merasa geram dan meminta pemerintah Indonesia untuk cepat melakukan tindakan. "Menteri Luar Negeri harus melobi PBB agar memberi teguran kepada Pemerintah Amerika Serikat agar menangkap pastor yang menyebarkan gerakan provokasi tersebut," katanya.

Sementara itu Letnan Jenderal William Caldwell, komandan NATO Misi Pelatihan Afghanistan mengatakan kepada CNN, rencana pembakaran Alquran oleh gereja di Florida itu sudah membakar kemarahan warga di Afghanistan.

"Alquran merupakan kitab suci mereka, jadi jika seseorang mencoba untuk mengancurkan dan mencoba untuk mencemarkan suatu hal yang mereka sakralkan, hal tersebut membuat kekhawatiran di semua orang," ujarnya.

Di Kabul, banyak para demonstran merupakan para pelajar dari sekolah agama yang berkumpul di depan masjid Milad ul-Nabi. Mereka menyatakan akan terus melakukan aksinya hingga AS menghentikan mendiskreditkan kitab suci mereka.

Senin, 07 Juni 2010

Kisah Rachel Corrie

(Rachel Aliene Corrie In Memoriam 1979-2003)

Tanggal 16 Maret kemarin, genap enam tahun kematian Rachel Corrie, mahasiswi dan aktivis kemanusiaan asal Olympia, Washington, Amerika Serikat. Ia datang ke Jalur Gaza bersama para aktivis lainnya yang tergabung dalam International Solidarity Movement (ISM). Corrie adalah bagian dari kisah kekejaman pasukan Zionis Israel di Palestina.

Corrie masih berusia 23 tahun ketika tentara Zionis Israel melindasnya dengan buldoser buatan perusahaan Caterpillar hingga ia tewas. Peristiwa itu terjadi pada 16 Maret 2003-beberapa hari sebelum serangan AS ke Irak-di Rafah, ketika Corrie berusaha menghalang-halangi pasukan Zionis yang ingin menghancurkan sebuah rumah milik warga Palestina.

Saksi mata mengatakan, sopir buldoser Israel sengaja melindas Corrie karena saat itu posisi Corrie terlihat jelas dan mengenakan jaket warna oranye menyala. Namun laporan militer Israel yang dirilis pada bulan Juni 2003 menyebutkan apa yang terjadi pada Corrie adalah “kecelakaan”.

Organisasi-organisasi hak manusia mengkritik laporan tersebut dan menyebutnya sebagai “laporan yang menipu”. Setahun kemudian, kepala staff Menlu AS ( waktu itu dijabat Collin Powell) Kolonel Lawrence Wilkerson mengatakan pada orangtua Corrie bahwa hasil investigasi militer Israel “tidak kredibel, tidak menyeluruh dan tidak transparan.”

Orang tua Corrie lalu mengajukan gugatan hukum terhadap negara Israel, Militer Israel dan perusahaan Caterpillar-perusahaan yang mengekspor kendaraan-kendaraan berat ke Israel-pada tahun 2005 atas kematian puterinya. Namun pengadilan Federal menolak gugatan itu pada tahun 2007, terutama gugatan terhadap perusahaan Caterpillar dengan alasan mereka tidak bisa menuntut perusahaan yang berbasis di Illinois itu atau menuntut Israel sebagai negara karena hal itu mengharuskan mereka untuk mengeluarkan putusan hukum terkait kebijakan luar negeri AS yang sudah ditetapkan Gedung Putih.

Dalam putusannya, tiga hakim dalam pengadilan tersebut mengatakan bahwa gugatan orangtua Corrie tidak bisa diproses lebih lanjut secara hukum. Karena jika dilanjutkan, sama artinya pengadilan harus mempertanyakan secara implisit, bahkan mengecam kebijakan luar negeri AS terhadap Israel.

Naima Shayer, warga Palestina yang bersahabat dengan Corrie mengungkapkan kenangannya tentang Corrie. Waktu itu, Corrie sudah tinggal bersama keluarga Naima selama 23 hari. Naima tahu berita kematian Corrie dari keponakan perempuannya. Ia masih tak percaya karena beberapa jam sebelumnya, Corrie masih segar bugar dan mencium Naima berkali-kali sambil mengucapkan selamat tinggal. Naima tidak berfirasat buruk karena Corrie memang sering bersikap seperti itu.

Tapi ketika ia menyaksikan berita kematian Corrie di televisi karena dilindas buldoser Israel. Barulah ia percaya. Naima dan keluarga hanya bisa menangis. “Dia sangat baik pada kami. Dia sudah kami anggap sebagai keluarga kami sendiri,” kata Naima mengenang Corrie.

Hari ini, para aktivis ISM di kota Rafah memperingati enam tahun kematian Corrie dengan menerbangkan layang-layang. Satu layang-layang diterbangkan untuk memperingati kematian Corrie dan 14 layang-layang diterbangkan untuk menghormati sekitar 1.400 warga Gaza yang menjadi korban agresi brutal Israel bulan Januari kemarin.


Rachel Corrie

Jika Anda bertanya, ”Siapa dia?” Jawabnya: Dia gadis cantik, muda, energik dan mempesona. Lahir dan besar di tengah keluarga Kristen, di Olympia, Washington, Amerika Serikat. Beberapa hari sebelum kematiannya, sebuah Koran harian di Inggris memajang fotonya yang berjilbab di kolom Head line; ketika pertengahan Februari 2003, dia dan pegiat kemanusiaan anti-penjajahan berdemonstrasi di Tepi Barat, lalu di jalur Gaza Palestina, menentang pemugaran paksa rumah-rumah penduduk Palestina oleh militer Israel.

Aktivis-aktivis gereja berbangga karena Rachel lahir sebagai Kristiani yang konsisten berjuang sejak Olympia, Rusia, hingga Palestina. Orang-orang Yahudi menjadikannya sebagai penyambung lidah mereka, bahwa mereka tak setuju dengan pendirian rezim Zionis, Israel. Kaum Muslim, terutama warga Tepi Barat, Palestina, menegaskan bahwa Rachel Corrie belajar bahasa Arab, belajar membaca al-Quran sebelum dilindas Buldozer Israel dan mempersembahkan jiwanya untuk tegaknya keadilan.

Lazimnya, seorang anak, apalagi perempuan, mendapat warna orang tua dalam memilih ”dunianya.” Berbeda dengan Rachel Corrie, justru pengaruhnya teramat besar bagi kedua orang tua, saudara, serta kawan-kawannya. Rachel Corrie telah mencipta ”atmosfer keluarga” dengan nafas cinta kemanusiaan. Semula, keluarga, terutama mama Rachel menghendakinya urungkan niat berangkat ke Palestina. Tapi, Rachel menjawab singkat, ”Ma, telah kukemasi barang-barang yang kubutuhkan di sana (Palestina).” Sekarang seluruh keluarga Rachel menjadi penggiat lingkungan-hijau yang anti-fasis, anti-penjajahan, dan anti-rasisme.

Tak berhenti sampai di situ. Setelah kematiannya, pengaruh Rachel semakin kuat. Sekuat cita-citanya, rachel menggurat pena. Tulisannya menjadi inti api yang memantik lentera-lentera di berbagai penjuru dunia untuk memberi tahu; ada cinta Tuhan di setiap jiwa manusia. ”Inilah titik temu setiap insan. Maka dengan cinta-Nya, gelarlah permadani cinta untuk menari seirama gendang cinta,” ujar Rachel. Naskah catatan harian Rachel Corrie dipentaskan di berbagai Negara; Inggris, Jerman, Italia, Amerika Serikat dan lainnya. Ini bukti bahwa Buldozer Caterpilar D-9 Israel yang mengupas kulit kepala dan meremukkan tulang punggung Rachel tak mampu membungkam suara keadilan yang diujar gadis Olympia itu. Rachel tetap hidup, terutama di sanubari para pecinta keadilan, kedamaian dan kebenaran.

Rachel menegaskan jati diri sebagai penulis dan pelukis. Ada ”warna cerah” dalam tulisannya. Ada haru yang ”gagah” di bait-bait essaynya. Ada canda di gambar-gambarnya. Di puisinya, ada kata yang menari, lalu mencambuk, seperti petir melecut mengakhiri mimpi panjang para pengantuk. Kemudian, ada mata menitikkan bulir-bulir bening saat membaca catatan-catatannya.

Bila kata terujar mulutku tak berarti, biarkan ia mengambang sesaat di udara. Kan kujadikan itu kata-kata canda menghibur hingga kelak kucipta kalimat bermakna mengitarinya. Kumau terbang melayang untuk berkibar…. Beri aku jedah waktu, jangan komentari… Biarkanku menari, mengitari kelopak bunga lily. Kemudian melesat bagai air mancur, terbang menyertai kata-kataku yang tak berarti itu. Kalimat-kalimat ini adalah petikan salah satu catatannya. Kuat dan inspiratif. Seperti penegasannya, ”Beri aku jedah waktu, jangan komentari…” betapa dia sangat menghargai proses menjadi manusia. Dia yakin, tak ada yang sia-sia dari setiap imajinasi yang terujar merdeka.

Imajinasi Merdeka. Ia adalah racikan rasio dan rasa. Hasilnya adalah kekuatan tak tertakar. Ia sublim bersama pemiliknya sebagai energi hidup dan kehidupan. Saat menjelma sebagai tulisan, ia mencabar setiap pembaca waras. Ketika mewujud dalam perilaku, imajinasi merdeka adalah “pijar matahari” membakar setiap sudut gelap penghambat kemanusiaan.

Rachel Corrie, mengabadikan cita-cita cinta dan kemanusiaannya melalui catatan-catatan hariannya. Semua tulisan dan gambarnya ”berbicara” lugas dan berenergi. Dia beritahu dunia, bagaimana cara menjadi manusia. Dengan akal sehat, lalu kata yang waras, tulisan yang hidup, tindakan yang benar, semua telah dilakukan Rachel, di Palestina.

Rachel Corrie. Sejak Olympia Movement for Justice and Peace (OMJP), Olympians for Peace in the Middle East (OPME), Students Educating Students about the Middle East (SESAME), Olympia Fellowship of Reconciliation (FOR) hingga International Solidarity Movement (ISM) disuplai energi kemanusiaan olehnya untuk meneriakkan kata “Merdeka!” Karena penjajahan yang diprakarsai negaranya (AS), Inggris dan Negara-negara Eropa masih berlangsung di hampir setiap sudut bumi ini.

Dengan pilihan merdeka, Rachel Corrie pergi ke Palestina. Rachel mempelajari isu tak masuk akal Palestina yang berhembus ke telinga dunia dengan kata “konflik” Palestina-Israel. Akhirnya dia dapati kenyataan bahwa Israel menjajah Palestina sejak lebih setengah abad lampau.

“Rachel, untuk pergi ke Palestina, kewajibankah? Tak seorangpun menyalahkanmu untuk mengurungkan niat itu,” ujar Mama Rachel. Rachel menjawab pasti, “Barang-barang sudah kukemas. Rasa takut itu manusiawi. Tapi kupikir, melakukannya tak mustahil. Harus kucoba, Mam.” Seatraktif apapun bujukan keluarganya, niat Rachel tak tergoyahkan. Tekad telah bulat, “Goodbye Olympia…”

Januari 2003. Rachel berangkat ke Israel untuk transit ke Tepi Barat. Setibanya di tanah para pengungsi itu, dia langsung bergabung bersama insan internasionalis (dari Inggris, Jerman, Itali dll) di International Solidarity Movement (ISM); wadah para pegiat kemanusiaan anti penjajahan. Pergerakan ini hanya memiliki dua syarat partisipasi: Pertama, pegiatnya yakin bahwa bangsa Palestina berhak merdeka berdasarkan hukum internasional dan resolusi PBB. Kedua, pegiatnya hanya menggunakan cara tanpa kekerasan untuk memperjuangkan kemerdekaan bangsa Palestina.

Ketika tiba di Rafah, Rachel saksikan tank, bulldozer, menara-menara sniper dan pos-pos penggeledahan Israel bertengger di antara puing-puing bekas pemukiman penduduk Gaza. Tembok baja raksasa dibangun di reruntuhan dekat perbatasan Mesir. Matanya menyapu sekeliling; tampak orang-orang Palestina bertahan, meski penindasan terus berlangsung. Wajah-wajah lusuh itu menjalani hidup serba kekurangan, menderita dan menunggu giliran direnggut maut. Itulah kisah jejakan pertama Rachel di bumi Palestina, seperti yang dikisahkan Craig Corrie, Mama Rachel Corrie.

Rachel abstraksikan bahaya di daratan gersang itu. Debam-debam ledakan nyaris tak berjedah diselingi suara peluru-peluru yang dimuntahkan. Sesekali jerit ketakutan penduduk samar terdengar. “Bisakah kau dengar itu…? Bisakah kau dengar itu…?” ujar Rachel terbata-bata saat pertama kali menelepon mamanya dari rumah seorang Palestina tempat dia tinggal.

Di Rafah, Rachel dan penggiat kemanusiaan lainnya menjadi benteng hidup, berdiri mengelilingi pekerja air kota Palestina yang menggali sumur. Dia hadang moncong laras panjang sniper-sniper militer Israel yang berada di menara benteng. Desir angin panas membahanakan deru misil-misil, tak hanya di Palestina, tapi ke seantero jagad.

Rachel dan rekan-rekan terus berdiri mengelilingi sumur-sumur yang sedang digali para pekerja hingga lewat tengah malam. Demi setetes air agar basahi tenggorokan pengungsi Palestina yang terkurung sejak lama di bui Gaza. Hanya itu satu-satunya cara, setelah kebun zaitun penduduk Palestina dilindas buldoser-buldoser tentara IDF (tentara pertahanan Israel), setelah tentara-tentara Israel menimbun sumur-sumur dengan puing-puing rumah penduduk.

Rachel mengasuh bocah yatim massal Palestina dalam naungan Children’s Parliament. Merekalah yang memantapkan kedewasaan Rachel. Melalui mereka, Rachel bisa berbahasa Arab. Melalui Rachel mereka berkenalan dengan bahasa Inggris.

Meski berada dalam situasi gawat di Rafah, Rachel dan kawan-kawan sempat berdemonstrasi menentang militer AS yang meluluhlantak Irak pada 15 Februari 2003. “Ini salah satu tragedi terbesar dalam sejarah,” tutur Rachel.

Kampung halaman: Olympia atau Gaza? Di mata Rachel sama pentingnya. Rachel menjadi tambang yang menyimpul komitmen persaudaraan Gaza-Olympia. Wanita, anak-anak bergabung dalam pekan raya persaudaraan prakarsa Rachel itu.

Rachel menghadang tentara IDF yang hobi meluluhlantak pemukiman penduduk Palestina terutama Gaza. Rachel sengaja menghuni rumah penduduk yang menjadi incaran buldoser-buldoser Zionis-Israel. Rachel sadar, hak hidup merdeka milik semua bangsa, termasuk bangsa Palestina. Ya, Rachel tahu, hukum internasional harusnya melindungi ribuan orang di Rafah, Jalur Gaza. Tak ada hak siapapun untuk memusnahkan bangsa lain, apapun dalihnya, termasuk dalih pendirian negara ilegal Israel dan perluasan wilayahnya oleh IDF dengan membasmi penduduk di daratan berbatasan Mesir itu.

16 Maret 2003. Bersama tujuh pejuang internasional kemanusiaan dari Amerika dan Inggris, Rachel rela menjadi benteng hidup agar sisa rumah-rumah warga Palestina selamat dari serudukan buldoser Caterpillar D-9R milik tentara Israel. Rachel dan aktivis ISM lainnya yakin, bangsa Palestina berhak hidup aman di rumah mereka, di sekolah bahkan di dalam bis. Rachel berprinsip; penjajahan Israel atas bangsa Palestina harus berakhir secepatnya. Pembantaian tak pernah dilakukan orang-orang beradab, apalagi dengan dalih perluasan wilayah. “Mungkin aksi damai efektif sebagai solusi hingga terhenti pembantaian orang-orang Palestina. Sebagaimana penduduk Amerika dan seluruh dunia bisa hidup merdeka, demikian Palestina,” tutur Rachel.

16 Maret 2003. Dua bulldoser dan tank-tank Israel melaju kencang di jalanan Hi Salam, Rafah, Jalur Gaza, perbatasan Mesir menuju rumah-rumah penduduk Palestina. Satu buldoser dikendarai operator, dipandu seorang tentara yang berhenti tepat di depan rumah Nasrallah, salah satu keluarga di Rafah. Sudah beberapa hari Rachel tinggal di dalamnya. Bukan sekedar menumpang tidur, tapi Rachel sengaja menghendaki tentara IDF mengurungkan niat membongkar rumah itu karena keberadaannya. Juga, Rachel menegaskan tekadnya untuk bersama warga Palestina memperjuangkan kemerdekaan. Kesan seram ini dipotret Rachel melalui e-mail yang dikirim kepada Mamanya: Dua kamar depan rumah mereka tak dapat digunakan. Dinding-dindingnya hancur ditembus peluru Israel. Seluruh anggota keluarga; tiga anak dan dua pasang suami istri tidur di ruang tengah. Aku tidur di lantai bersama anak perempuannya, Iman dalam satu selimut.

Sekitar jam 5 sore, buldoser meraung-raung meminta tumbal. Saat melintas, rantai roda baja itu menyemburkan onggokan tanah kering hingga menimpuk aktivis-aktivis yang menjadi benteng hidup rumah warga Gaza itu. Seorang aktivis Amerika terlempar berguling-guling sebelum akhirnya tersangkut di kawat berduri dan seorang aktivis Inggris terjepit dinding. Buldoser D9R Israel siap melindas rumah itu, Rachel bergegas lari menghampiri. Dia tahu, keluarga Nasrallah berada di dalamnya. Dia hadang buldoser itu selayak Polantas menghentikan mobil di jalan raya. Aksi ini biasa dilakukan aktivis ISM sebelumnya.

Buldoser Israel tak berhenti. Aktivis-aktivis ISM lain menjerit histeris melambai-melambaikan tangan. Mereka ketakutan. Raungan buldoser menindih semua suara. Melihat D-9R semakin bergairah menyeruduk, Rachel berupaya memanjat gundukan tanah yang dikeruk pisau buldoser agar tak tertelan. Posisi Rachel di atas gundukan itu cukup tinggi, pasti tentara IDF yang mengoperasikan kendaraan baja itu melihatnya. Tapi serdadu itu tetap tancap gas. Rachel terbanting kemudian terseret pisau Bulldozer. D9R terus melaju. Rantai-rantai baja bergemeretak melindas Rachel, kemudian mundur. Tersisa tubuh hancur Sang gadis Olympia.

Teman-teman Rachel bergegas menghampiri. Rachel masih hidup kala itu. Dia sempat berkata, “Sepertinya punggungku remuk.’’ Tak lama ambulan Palestina datang. Saat itu dipastikan tiada harapan hidup bagi Rachel. Gadis berambut pirang itu dinyatakan meninggal beberapa saat setelah tiba di rumah sakit lokal.

Sayang, Rachel Corrie berada di pihak yang “salah.” Dia mati dilindas buldoser Israel. Karena alasan itulah pemerintahnya (Amerika Serikat) mendiamkan dan menghentikan kasusnya.

Rachel Corrie, abadilah namamu sebagai pejuang kemanusiaan. Engkaulah energi hidup yang menghidupkan.

* Kumpulan catatan Rachel Corrie sejak Rusia hingga Palestina berikut reportasenya selama di Gaza pada akhir 2002 dan 2003 diabadikan dalam sebuah buku berjudul : LET ME STAND ALONE: Goresan Pena Gadis Amerika yang Dilindas Buldoser Israel Hidup-hidup di Palestina.


“Inilah titik temu setiap insan. Maka dengan cinta-Nya, gelarlah permadani cinta untuk menari seirama gendang cinta” Rachel Corrie, 1979-2003



Rachel Corrie (berjaket Orange) sesaat sebelum insiden terjadi. Disini jelas Rachel Corrie berada pada jarak pandang si pengemudi Bulldozer.


Rachel Corrie tergeletak tak berdaya setelah dilindas oleh Bulldozer IDF



Sebuah Tugu kecil yang bangun oleh rakyat Palestina untuk memperingati kematian Rachel Corrie.



Orangtua Rachel Corrie, Cindy dan Craig Corrie. beberapa kali mereka menyempatkan diri mengunjungi tepi barat setelah kematian Rachel Corrie.

Copas dari
Rudisony
Community children’s digital villages

Kamis, 20 Mei 2010

Pelecehan terhadap Umat Islam terus berlanjut


Pelecehan terhadap nabi junjungan umat Islam, Nabi Muhammad SAW, sepertinya akan terus berlanjut. Masih hangat dalam benak kita, peristiwa yang menimpa kartunis Denmark penggambar kartun yang menghina Nabi Muhammad, yang hampir mati diserang orang. Atau peristiwa yang lebih lama lagi, yang di alami oleh seorang belanda penghina Islam - Van Gogh - yang harus mati terhina di pinggar jalan, dengan tikaman di dadanya dan beberapa peluru bersarang di tubuhnya.

Namun semua itu tidak menjadi pelajaran bagi sebagian masyarakat yang katanya menjunjung kebebasan berekspresi, Anggota parlemen Norwegia dari Partai Kemajuan, Ulf Erik Knudsen, menggunakan 'kartun menghina Nabi Muhammad' sebagai foto profilnya di Facebook. "Saya melakukannya sebagai ekspresi solidaritas dengan orang yang terancam oleh kekuatan-kekuatan yang ingin membatasi kebebasan berekspresi. Saya percaya bahwa seharusnya media Norwegia mencetak ulang kartun tersebut lebih sering lagi," kata Knudsen kepada VG Net.

Kini hal itu terjadi lagi tapi dalam bentuk situs jejaring sosial Facebook. seseorang mendirikan grup yang berisi lomba menggambar wajah Rasulullah. Grup di Facebook yang berjudul Everybody Draw Mohammed Day itu sontak membuat pemerintah geram karena menghina ikon umat Islam tersebut.

Mentri Agama Suryadharma meminta pengelola grup di Facebook tersebut menghentikan aktivitasnya. Mewakili umat Islam di Indonesia, Beliau mengaku merasa tersakiti dengan keberadaan situs tersebut. Suryadharma menyatakan belum mendapat laporan resmi tentang situs tersebut. Namun, berdasar analisa, pihaknya menyimpulkan keberadaan situs tersebut sudah mulai mengganggu kerukunan umat beragama. "Kami akan memberikan surat peringatan kepada pengelola laman tersebut. Apakah itu individu, kelompok atau negara-lain, masih akan kami kaji dahulu," jelas Suryadharma.
Ini merupakan kesekian kali Rasul yang kita junjung tinggi dilecehkan, karena itu sebagai Negara dengan penduduk Islam terbesar di dunia kami akan mengajukan protes.

Secara terpisah, Menteri Komunikasi dan Informatika, Tifatul Sembiring menyatakan segera menyurati perusahaan pengelola Facebook. Pemerintah, melalui otoritasnya akan berupaya agar pihak yang menyelenggarakan lomba menggambar kartun Nabi Muhammad tersebut menghentikan aktivitasnya. Ia mengatakan, pemerintah tidak dapat menutup jejaring sosial grup itu karena mengakibatkan tertutupnya seluruh kanal untuk situs Facebook di seluruh wilayah Tanah Air.


Pengadilan Pakistan memerintahkan pihak berwenang untuk memblokir akses ke situs jejaring sosial Facebook. Perintah pengadilan tersebut dikeluarkan setelah kelompok pengacara Gerakan Pengacara Islam mengajukan petisi menentang kompetisi menggambar kartun Nabi Muhammad SAW.

Hakim Pengadilan Tinggi Lahore, Ejaz Ahmed Chaudhry memerintahkan departemen komunikasi untuk memblokir Facebook sampai 31 Mei dan mengajukan jawaban petisi pada tanggal yang sama. Hakim juga memerintahkan kepada menteri luar negeri Pakistan untuk mengangkat masalah karikatur ini ke tingkat internasional.

Setelah pengadilan mengeluarkan putusan, departemen telekomunikasi Pakistan telah meminta semua penyedia jasa internet untuk memblokir akses ke Facebook saat itu juga.


Selasa, 23 Maret 2010

Hukuman mati buat kaum gay

Pemerintah Uganda sedang menggodok rancangan undang-undang (RUU), tentang hukuman mati bagi pria suka sesama jenis alias homoseksual atau gay. Mendengar hal ini, para kaum gay Uganda resah.

Pemerintah Uganda tidak hanya menghukum kaum gay, tetapi juga akan menghukum teman-temannya. Mereka dapat terkena hukuman karena tidak melaporkan kaum gay ke pihak berwenang dan akan dipenjara selama tujuh tahun. Pemerintah Uganda juga akan menghukum pemilik rumah yang menyewakan rumahnya bagi kaum gay. Tidak hanya Uganda, beberapa negara di Benua Hitam sepakat menolak kaum homoseksual. Seperti Nigeria, mengancam akan menjebloskan ke penjara hingga menghukum mati bagi warganya yang menjadi gay. Hal sama dilakukan oleh Pemerintah Burundi dan Ruwanda.

Di Irak kaum gay di jadikan sasaran tembak oleh kaum Militan, mereka menyiksa dan membunuh kaum gay dalam kampanye anti-gay secara sistematis di Baghdad dan sejumlah kota lain. anggota kelompok milisi Mehdi Army adalah pihak yang menyebarkan kampanye pembunuhan kaum gay tersebut. "Mereka menganggap mengungkapkan bahwa anggota keluarga mereka adalah gay, merupakan sesuatu yang lebih memalukan daripada pembunuhan yang dialami korban. Ini yang terjadi dalam masyarakat.

Bagimana dengan Indonesia, Ada kabar bahwa di Surabaya akan di adakan pertemuan Akbar kaum gay yang rencananya akan di adakan tanggal 26 - 28 maret. Kalau hal itu betul betul terjadi maka adalah sebuah tamparan bagi warga jawa timur khususnya yang nota bene punya predikat seribu kota santri dan warga negara Indonesia umumnya sebagai warga negara yang berketuhanan.

Pertemuan kaum gay dan lesbian yang akan diselenggarakan di Surabaya ditentang kalangan ulama. Mereka meminta pemerintah tidak memfasilitasi dan merestui pertemuan tersebut karena bertentangan dengan hukum agama. Pernyataan keras ini disampaikan Pengasuh Pondok Pesantren As`saidiyah Jamsaren, Kediri KH Anwar Iskandar. Pendiri Partai Kebangkitan Nasional Ulama (PKNU) ini menganggap terselenggaranya pertemuan berlabel The International Lesbian and Gay Association (ILGA) Asia Regional Conference keempat di Surabaya merupakan bentuk ketidakberdayaan pemerintah Indonesia terhadap tekanan bangsa lain. “Lama-lama akan muncul undang-undang yang mengijinkan pernikahan sejenis,” kata ulama yang akrab disapa Gus War ini.


Menurut dia, hubungan seksual sejenis seperti ini jelas-jelas dilarang keras oleh semua agama di Indonesia. Karena itu tidak bisa hal seperti ini diklaim sebagai Hak Asasi Manusia yang harus mendapat tempat khusus di masyarakat. Gus War juga meminta para pelaku penyimpangan seksual bersembunyi di balik HAM untuk memperkosa hukum agama.

Karena itu sebagai ulama Gus War berkewajiban mengingatkan semua pihak, termasuk pemerintah untuk menegakkan aturan. Sebagai negara yang berke-Tuhanan, pemerintah hendaknya menjalankan semua prinsip-prinsip agama secara tegas. Salah satunya dengan tidak melegitimasi dan memfasilitasi pertemuan tersebut. “Kami sangat menentang kegiatan itu,” kata Gus War.

Jumat, 19 Maret 2010

Kiblat bergeser


Beberapa masjid dari 183 ribu masjid di Indonesia diduga mengalami pergeseran arah kiblat antara 0,7 sampai 1 derajat. Sesuai yang diungkapkan oleh ketua komisi 8 DPR RI Abdul Kadir mengatakan, “memang sedang terjadi pergeseran arah kiblat di beberapa masjid antara 0,7 sampai 1 derajat. DPR meminta departemen agama kususnya dinas Islam untuk melakukan langkah-langkah pendataan dan perbaikan dibeberapa masjid”.

Diduga pergeseran arah kiblat karena sering terjadinya bergesernya lempeng bumi. Lempeng bumi bergeser karena gempa yang kerap terjadi di Indonesia. Pergeseran arah kiblat ditemukan oleh pengukuran alat satlit. Sementara beberapa masjid, khususnya masjid tua di Indonesia dahulu untuk menentukan arah kiblat masih dengan menggunakkan ilmu falaq sehingga kurang akurat. Namun pergeseran arah kiblat tidak harus ditanggapi dengan keresahan, namun niat ibadah itu sendiri yang lebih menentukan.

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jatim meminta Departemen Agama (Depag) RI segera menertibkan sertifikat arah kiblat masjid-masjid di seluruh provinsi untuk ditentukan arahnya sesuai dengan ilmu falaq.

Menurut Ketua MUI Jatim KH Abdusshomad Bukhori MUI Jatim, jika kiblat masjid telah bergeser harus segera dilakukan perubahan. Tetapi harus dilaksanakan oleh orang yang memahami ilmu falaq dan ilmu fiqih. Karena menurut Depag Jateng dari sejumlah pakar geografi, arah kiblat masjid diwilayahnya telah mengalami pergeseran karena adanya pergeseran lempengan bumi akibat gempa yang melanda beberapa waktu yang lalu.
“Apa yang akan dilakukan oleh Depag Jateng itu tidak ada masalah (menentukan arah kiblat yang telah bergeser) asalkan dilakukan dengan ilmu falaq. Tentunya dilakukan oleh orang yang menguasai ilmu falaq dan fiqih,” kata Abdusshomad Bukhori, Yang penting, kata dia, pelurusan arah kiblat tidak dilakukan kontroversial, karena umat Muslim saat ini cenderung sensitif.
MUI Jatim akan melihat perkembangan hasil dari sertifikasi tersebut untuk menentukan kebijakan arah kiblat masjid di Jatim. Jika memang terjadi pergeseran seyogyanya Jatim juga harus melakukan hal yang sama, meski guncangan gempa lebih dirasakan di Jateng.
Diungkapkan Abdushomad, pada zaman Walisongo, arah kiblat memang ke barat, namun agak menyerong ke arah kanan. Kiblat merupakan isyarat umat Muslim membangun satu misi dan visi bersatu menegakkan ajaran agama Islam sebagai penentu arah sholat menghadap ka’bah. “Kiblat adalah arah yang menentukan sah dan tidaknya umat Muslim melakukan shalat. Tetapi jika isu ini ditunggangi orang-orang yang anti-Islam maka persoalanya akan bergeser menjadi perpecahan yang tidak kunjung selesai,” tegasnya


Dikabarkan MUI Jatim dan Kanwil Depag Jateng akan melakukan sertifikasi arah kiblat terutama untuk masjid-masid tua hampir di tiap kabupaten/kota. Setidaknya masjid tua terletak di setiap alun-alun kabupaten/kota seperti Masjid Agung Demak, Masjid Kauman Semarang, dan lain-lain. Jumlah masjid di Jateng saat ini mencapai 39.478 unit. Sedangkan jumlah umat Islam di Jateng mencapai 32 juta orang. Pelurusan tidak akan dilakukan dengan membongkar bangunanya, hanya barisan shaf-nya yang akan digeser.
Agar terjadi koordinasi dan pelaksanaan di lapangan dengan baik, seluruh kantor wilayah di tiap kabupaten/kota se-Jatim utamanya Departemen Agama (Depag) RI harus segera menginventarisasi atau melakukan penelitian arah kiblat masjid dan mushala. Jika arah kiblat benar bergeser maka perlu segera diluruskan kembali.
Pakar Gempa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Dr. Amien Widodo mengungkapkan secara tektonik posisi Ka'bah tidak berubah tetapi akibat gempa, masjid di belahan bumi ini yang mengelilingi Ka’bah bisa bergerak dan berubah posisi. Artinya pusat kiblat yang berada di Ka’bah tidak terpengaruh oleh gempa seperti yang terjadi di Indonesia.
“Kalau ka'bahnya tidak terjadi pergeseran tetapi masjid di sekelilingnya yang berputar,” jelasnya.
Amien berharap agar daerah yang rawan gempa atau yang pernah dilanda bencana gempa untuk mengecek kembali posisi arah kiblat menggunakan kompas. Agar tidak terjadi keragu-raguan dalam menjalankan ibadah sholat.
“Bisa dilihat dengan kompas, kalau memang terjadi perubahan bisa dengan hanya menggeser shofnya 'kan,” tuturnya.


Senin, 08 Maret 2010

Murtad dan penghianat kelas kakap


Mosab Hassan Yousef, putra sulung pemimpin senior Hamas, tak takut dibunuh karena jadi mata-mata pasukan keamanan Israel yang membunuh dan menahan aktivis Hamas.

Saat ini dia masih bungkam, namun telah menulis kisahnya sebagai mata-mata dalam sebuah buku yang akan diterbitkan pekan ini dengan judul "Anak Hamas."

"Sejujurnya, pembunuhan bakal terjadi pada diriku," ujarnya dalam wawancara, Rabu, dengan The Associated Press. "Jika mereka ingin membunuhku, mereka akan melakukannya. Dan, mereka bertanggung jawab atas darahku."

Dalam memoarnya, putra pendiri Hamas ini mengaku sebagai aset terbaik Shin Bet, agen keamanan Israel dan dijuluki sebagai Pangeran Hijau, tanda silsilah dalam organisasi Hamas.

Pada saat wawancara yang berlangsung selama 50 menit di markas angkatan darat, Yousef menunjukkan gambar sejumlah pemimpin Hamas termasuk Kepala Politik Khaled Meshaal. Menurut pria 32 tahun ini, umur organisasi Hamas telah mencapai setengah abad.

Yousef mengatakan, dia mulai bekerjasama dengan Shin Bet setelah dia ditahan Hamas di dalam penjara. Saat dia dibebaskan 1997, dia mulai bertemu dengan Shin Bet dan tertarik ke Kristen. Dia berpikir dengan bergabung bersama Shin Bet dapat melakukan banyak hal yang baik yakni mencegah korban di kalangan orang-orang Israel maupun Palestina. "Saya berusaha keras menghentikan pembunuhan."

Yousef, dalam bukunya, secara jelas menceritakan nikmatnya bergabung dengan Shin Bet dan mendisain misi-misi yang dikerjakan, salah satunya adalah membuat bodoh Meshaal yang kini tinggal di Damaskus.

"Aku sangat menyukai pekerjaan sebagai mata-mata intelijen Israel," tulisnya. "Dengan cara ini, ada komunikasi baru dengan Damaskus. Meskipun Meshaal tidak tahu Shin Bet telah mempengaruhinya."

Pada kesempatan itu Yousef menolak memberikan keterangan rinci soal hubungan intelijen dengan organisasi keamanan Israel. Dia katakan tak ingin kapasitas operasionalnya terhalangi dan akan memberikan "hadiah gratis" untuk Hamas.


"Mereka berpikir dengan cara-cara kotor," ujarnya mengacu pada pertempuran yang melibatkan Shin Beth dengan Hamas. "Aku tidak setuju dengan yang mereka lakukan, namun itu tugas yang sangat penting bagi mereka."

Dia bekerja dengan Shin Bet selama satu dekade, setelah menganggap sudah cukup Yousef kemudian mengakhiri kesendiriannya sebagai agen mata-mata pada 2007.

Kini, Israel mengizinkan Yousef pergi meninggalkan daerahnya dan selama beberapa bulan menuju Amerika Serikat sebagai petugas satuan pengamanan di toko kelontonng.

Ketika dia bercerita tentang hal tersebut kepada teman-temannya di Amerika, hampir semua orang tidak percaya. Tetapi, sekarang mereka percaya bahwa dirinya adalah putra pemimpin senior Hamas.

Sheikh Hassan Yousef mengakui dalam surat bahwa putra sulungnya bernama Mosab telah meninggalkan keluarganya. "Dia kafir kepada Allah dan bekerjasama dengan musuh kami," ujar Ayahnya yang kini mendekam dalam bui Israel.

Pernyataan ayahnya tidak menyingung dirinya."Saya tahu hatinya," kata Yousef. "Ayahku orang yang penuh kasih sayang. Dia memang tidak akan pernah mengakui saya. Pada titik tertentu kami akan bersama lagi. Aku cinta ayahku, dan ia mencintaiku."

Copas dari Yahoo news

Rabu, 17 Februari 2010

Mengharap kebahagiaan dunia akherat

Sebagian orang mengukur kebahagiaannya dengan sukses di dunia semata, sementara akhiratnya terbelengkalai. Ada juga yang mengukur kebahagiaan dengan amal-amal akhirat saja, sedang kehidupan duniawinya tercerai berai. Keduanya tidak sehat. Yang bagus adalah bila kita bisa menjadikan sukses di dunia sebagai bagian dari sukses di akhirat. Sebagian orang mengukur kebahagiaannya dengan sukses di dunia semata, sementara akhiratnya terbelengkalai. Ada juga yang mengukur kebahagiaan dengan amal-amal akhirat saja, sedang kehidupan duniawinya tercerai berai. Keduanya tidak sehat. Yang bagus adalah bila kita bisa menjadikan sukses di dunia sebagai bagian dari sukses di akhirat. Bahkan itulah sebenamya pola yang di inginkan oleh Islam. Bagaimana caranya? Caranya dengan menjadikan semua aktifitas duniawi kita memiliki nilai-nilai kesuksesan di akhirat. Banyak pekerjaan dan prestasi yang sepertinya duniawi an-sich, tetapi bila dijalankan dengan baik dan benar mulai dari niatnya hingga tata caranya- akan menjadi prestasi sekaligus tabungan amal di akhirat. Dengan teori seperti itu, sebenamya kebutuhan kita kepada prestasi-prestasi duniawi sangat besar, dalam rangka menambah tabungan untuk akhirat tersebut. Sebab, bila kita hanya ingin memperbanyak amal kebaikan dari jalur ibadah formal, akan banyak keterbatasan yang kita hadapi. Berapa banyakkah kita mampu berpuasa sunnah? Berapa ratus raka'atkah kita mampu sholat sunnah? Bukan berarti memperbanyak ibadah formal tidak kita kejar. Tetapi yang kita lakukan adalah menambahkah kepada amal ibadah formal tersebut amal duniawi yang bemilai amal akhirat. Ibarat pepatah, sekali mendayung, dua tiga pulau terlampaui. Dengan demikian, bila amal ibadah formal kita sedikit, akan menjadi banyak dengan prestasi duniawi itu. Dan, bila amal ibadah formal kita sudah banyak, akan semakin banyak dengan tambahan amal dan prestasi duniawi tersebut. Maka, alangkah benar definisi ibadah yang dinyatakan oleh imam Ibnu Taimiyah, "lalah apa yang diridhai Allah, dari perbuatan lahir dan batin.

Berikut ini adalah beberapa contoh prestasi dan amal duniawi yang bisa menjadi bagian dari prestasi akhirat:
1. Mencari mata pencarian Bagi sebagian orang yang mencari mala pencarian dan penghidupan (Ma'isyah) mungkin semata-mata hanya pekerjaan duniawi. Artinya, itu hanya soal mencari makan dan minum. Atau mencari sesuap dua suap nasi, selembar dua lembar liang, untuk dirinya, maupun keluarganya. Kita tidak boleh membatasi status pencarian penghidupan itu sebagai karya duniawi. Tetapi sebaliknya, kita harns menjadikannya sebagai bagian dari tabungan untuk kehidupan akhirat. Dengan teori seperti itu sebenamya kita mendapatkan dua keuntungan sekaligus: sukses di dunia, dan insya Allah SWT sukses pula di akhirat. Rasulullah SAW bersabda, "Diantara dosa-dosa, ada dosa yang tidak bisa dihapus oleh shalat, tidak pula oleh puasa, tidak pula oleh hajj, tetapi bisa dihapus dengan kelelahan mencari mala pencarian". (HR. Thabrani). Bahkan, nafkah batin yang diberikan kepada istri sekalipun adalah tabungan untuk hari akhirat.

2. Mengalami musibah, seperti sakit dan semisalnya Musibah yang menimpa kita, seperti sakit, ditinggal mati orang-orang yang kita cintai, dan berbagai masalah hidup yang tidak enak mernpakan peristiwa yang menghiasi kehidupan dunia kita. Sebagian orang secara sempit menganggapnya sebatas kejadian-kejadian alamo Tetapi kita harus menjadikan semua itu tabungan untuk kehidupan akhirat kelak. Dengan cara menyabarkan diri, memohon balasan dari Allah SWT serta menyimpannya sebagai tabungan (ihtisab) di sisi-Nya. Pada saat yang sama kita berobat bila kita sakit, mencari jalan keluar bila ada kesulitan, serta berikhtiar menyelesaikan segala masalah dan musibah yang terjadi. Rasulullah SA W bersabda, "Tidaklah kesulitan dan sakit menimpa seorang muslim, tidak juga kegalauan, kesedihan, duka dan behan, hingga duri yang mengenai kakinya, kecuali menjadi penebus sebagian dari kesalahan-kesalahannya". (HR. Bukhori dan Muslim, dari Abu Said dan Abu Hurairah). Dalam kesempatan lain, Rasulullah SAW juga menegaskan, bahwa Allah SWT dalam hadist Qudsi berfirman, "Tidaklah ada balasan bagi seorang hambaKu bila aku dipanggil orang yang di cintainya dari dunia, lalu ia bersabar dan memohon balasan (kepada-Ku) kecuali baginya adalah surga". (HR. Bukhori dari Abu Hurairah).



3. Menuntut Ilmu Salah satu karya dan prestasi duniawi yang dilakukan banyak orang adalah menuntut ilmu. Dari ilmu itu orang lantas memiliki beragam keahlian, yang dengannya ia menopang tuntutan hidupnya di dunia. Tetapi kita harus menjadikannya sebagai kesuksesan akhirat. Dengan cara bersabar menekuni ilmu yang kita tuntut hingga sampai pada taraf ahli, mengajarkan ilmu tersebut, serta memanfa'atkannya untuk maslahat Islam, kaum muslim in, secara kemanusiaan pada umumnya. Tak berlebihan, bila orang-orang yang berilmu, secara teori lebih bisa takut kepada Allah SWT. Tak berlebihan pula, bila Allah SWT menjanjikan bagi orang-orang yang beriman dan menuntut ilmu derajat yang tinggi.

4. Melakukan pekerjaan 'ringan' dan terkesan 'sepele'. Banyak pekerjaan duniawi yang terkesan kecil dan biasa. Tetapi ia sebenamya bisa menjadi tabungan amal di akhirat. Seperti meminggirkan duri dari jalanan. ltu pekerjaan sepele, tetapi dengan niat menabung amal di sisi Allah SWT, ia akan berubah menjadi amal shalih di sisi Allah SWT. Juga tersenyum kepada sesama saudara muslim, mengucapkan salam, mengasihi binatang. Rasulullah SA W pemah mengisahkan tentang wanita nakal yang di ampuni Allah SWT dan di masukan ke surga, setelah memberi air minum seekor anjing yang nyaris mati kelaparan. Akhimya wanita itu yang mati. Sebaliknya, dalam riwayat lain, dari Ibnu Umar, Imam Bukhori dan Muslim meriwayatkan kisah tentang seorang wan ita yang masuk neraka karena mengerangkeng seekor kucing. Kucing itu tidak ia beri makan hingga mati.

5. Melakukan pekerjaan-pekerjaan yang terkait dengan memakmurkan bumi. Dalam beberapa ayat Allah SWT melarang kita melakukan kerusakan di muka bumi. Sebaliknya, Allah SWT menyuruh kita memakmurkan bumi, memanfa'atkan sebaik mungkin. Bumi dan segala yang ada di atasnya di peruntukkan Allah SWT bagi manusia. "Dialah Allah, yang manjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu". (QS Al-Baqoroh: 29). Dalam ayat lain Allah berfirman, "Dialah yang menjadikan bumi itu mudah bagi kamu, maka berjalanlah di segala penjurunya, dan makanlah sebagian dari rezeki-Nya. Dan hanya kepada-Nyalah kamu (kembali setelah) dibangkitkan. " (QS Al-Mulk: 15). Karenanya, segala profesi dan prestasi yang terkait dengan memakmurkan bumi bisa bemilai tabungan amal shalih di akhirat kelak. Melindungi hutan dari penebangan liar, menjaga kebersihan kali, memaksimalkan kekayaan laut, mengeluarkan tambang di perot bumi, memperjuangkan proyek-proyek penjagaan lingkungan, melakukan penyuluhan kesehatan masyarakat, juga memberdayakan potensi-potensi alam dengan tekhnologinya, demi maslahat kehidupan umat manusia adalah sedikit contoh dari memakmurkan bumi. Maka, siapa saja dari kaum muslim in yang menekuni profesi-profesi tersebut harus bangga dan bersyukur, karena mereka punya tempat menabung amal shalih yang besar untuk hari akhir kelak melalui profesi-profesi tersebut. Yang dibutuhkan tinggal bagaimana menjalaninya dengan ikhlas untuk Allah SWT dan dengan tata cara yang halal, serta mendukung profesi tersebut dengan kemampuan dan keahlian yang semestinya.

6. Melakukan pekerjaan yang dampak baiknya dirasakan banyak orang. Tabungan untuk hari akhirat juga bisa kita lakukan pada pekerjaan duniawi yang maslahatnya berpulang kepada orang lain, terutama bila orang itu dalam jumlah besar. Baik karena posisi pekerjaan itu strategis, atau memang secara langsung bersinggungan dan berurusan dengan orang banyak. Pemahkah kita menyadari betapa berharganya pekerjaan para tukang sampah? Bukankah jerih payah mereka mengangkuti sampah menjadikan ribuan orang merasa nyaman? Demikian juga pekerjaan lain, para dokter yang dengan berani mengunjungi wilayah-wilayah konflik dan perang untuk menyelamatkan ratusan nyawa, mengobati ribuan korban luka-Iuka. Atau mereka yang berada di tempat strategis yang berkait erat dengan maslahat orang banyak. Seperti pekerjaan anggota dewan yang menggolkan undang-undang tertentu bagi kebaikan umat, misalnya, seorang pemilik perusahaan yang mengkaryakan ribuan orang, begitu seterusnya. Termasuk dalam hal ini adalah mereka yang prestasinya dinikmati masyarakat luas secara terns menerus tanpa putus asa. ltulah yang kita kenaI dengan 'amal jariyah '. Seperti dalam istilah Rasulullah SAW, "Sebaik-baiknya manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia. " Atau dalam bahasa al-Qur'an, beratnya timbangan amal tentu juga dipengaruhi oleh banyak sedikitnya amal. "Dan adapun orang-orang yang berat timbangan (kebaikan)nya, maka dia berada dalam kehidupan yang memuaskan. " (QS Al-Qori 'ah: 6- 7). Begitulah, semangat menabung untuk hari akhirat, harus kita cari dari segala kesibukan kita di dunia, tidak saja dengan ibadah formal. Dengan begitu kita bisa sebanyak mungkin menanam kebaikan. Barang siapa menanam kebaikan akan menuai kebahagiaan. Nilai-nilai luhur itu pula yang di tanamkan Luqman AI-Hakim kepada anaknya tercinta, "Hai anakku sesungguhnya jika ada (sesuatu perbuatan) seberat biji sawi, dan berada dalam batu atau di langit atau di dalam bumi, niscaya Allah akan mendatangkan (balasan)nya. " (QS Luqman 16). Semoga Allah SWT masih memberi kita kesempatan, untuk menabung sebanyak mungkin prestasi dan amal kebaikan. Zainal Arifin

Sabtu, 06 Februari 2010

Umur yang mencair seperti es

Cepat sekali waktu berlalu. Mengalir tak pernah berhenti. Jam demi jam, menit demi menit, detik demi detik, bergerak. Waktu tak dapat ditunda, tak dapat ditahan dan tak mungkin ada yang mampu mengulang. Itu artinya, usia kita pun berkurang. Kita... semakin dekat ke liang lahat. Saudaraku, entah, apakah pertambahan dan perguliran waktu itu, berarti mendekatkan diri kita pada kenikmatan surga. Atau mendekatkan kita pada kesengseraan neraka. Nauzubillah....
Rasul saw. Menyifatkan cepatnya perjalanan waktu kehidupan seperti perjalanan seorang musafir yang hanya sejenak berhenti di bawah pohon di tengah perjalanan yang amat panjang. Para ulama juga banyak menguraikan ilustrasi tentang hidup yang amat singkat ini. "Umurmu akan mencair seperti mencairnya es, " kata Imam Ibnul Jauzi. (Luthfu fil Wa'z, 31)

Semoga Allah memberkahi sisa usia kita, Permasalah terbesar setiap orang adalah ketika kecepatan umur dan waktu hidupnya tidak seiring dengan kecepatannya untuk menyelamatkan diri dari penderitaan abadi di akhirat. Ketika, usia yang sangat terbatas itu tidak berfungsi sebagai pelindung diri dari beratnya adzab dan siksa Allah swt. Di saat, banyaknya hembusan dan tarikan nafasnya tak sebanding dengan upaya dan jihadnya untuk terhindar dari lubang kemurkaan Allah. Ketika, jumlah detak jantung dan aliran darah yang di pompa di dalam tubuhnya, tak sebanyak gerak dan tingkahnya untuk menjauhi berbagai kemaksiatan yang dapat memunculkan kesengsaraan akhirat.


Sesungguhnya jiwa kita adalah milik Allah dan kepada-Nya lah jiwa ini akan kembali....
Suasana hati seperti inilah yang perlu kita tumbuhkan. Adakah di antara kita yang tidak mempunyai dosa? Atau merasa mampu menebus kotoran dan dosa yang telah dilakukan selama puluhan tahun usia yang telah lewat? Tentu tidak. Perasaan kurang, merasa banyak melakukan kemaksiatan, lalu menimbulkan penyesalan adalah bagian dari pintu-pintu rahmat Allah yang akan mengantarkan kita pada taubat. Suasana hati seperti inilah yang akan mendorogng pemilikinya bertekad mengisi hari dengan amal yang lebih untuk menebus kesalahan yang lalu.
Marilah menangguk pahala, meraih rahmat dan ampunan Allah sebanyak-banyaknya sekarang juga. Perbanyaklah dzikir, bersedekah, berjihad dan beramal shalih.....Tak ada kata terlambat untuk melakukan kebaikan. Sekarang dan jangan tunda-tunda lagi niat baik kita.... Semoga Allah meneguhkan kekuatan kita untuk melakukan kebaikan yang kita niatkan...
Amiiin.

sumber: artikel islam, dudung.net


Sabtu, 30 Januari 2010

Ibadah sumber ketenangan jiwa

Setiap manusia menginginkan ketenangan jiwa. Berbagai cara mereka lakukan. Ada yang berusaha meraihnya dengan menumpuk-numpuk harta. Tapi setelah harta menumpuk, ternyata ketenangan itu tak kunjung datang. Malah sebaliknya, uang yang disimpan ternyata membuatnya serba khawatir. Khawatir banknya bangkrut, atau dirampok, dan lain sebagainya. Semakin banyak harta, justru semakin membuatnya gelisah.
Hasil penelitian ilmiah membuktikan, bahwa penyakit yang justru sering dialami masyarakat yang hidup di negara-negara kaya adalah depresi dan kegelisahan. Ed. Diener, psikolog dari University of Illions, pernah meneliti 100 orang Amerika terkaya. Ditemukan, mereka sebagian besar menderita secara kejiwaan. Kegelisahan selalu menjadi ancaman setiap saat.
Ada juga sebagian orang berusaha meraih ketenangan jiwa di balik karir atau jabatan yang gemilang. Kerja keras pun mereka lakukan dengan segala cara. Karena mereka yakin, bila sukses tercapai, mareka akan dipuja-puja dan banyak dikenal orang dan akan banyak kawan. Dalam persepsi mereka, popularitas karir atau jabatan adalah suatu keniscayaan untuk membuatnya bahagia.
Tapi kenyataan tak semudah yang mereka bayangkan. Dr. Paul Pearsall dalam penelitiannya bertahun-tahun menemukan, banyak orang justru menderita setelah mereka sukses. Dalam sebuah karyanya, cerpenis Sapardi Joko Damono, pernah melukiskan wajah sebuah rumah tangga modern yang bisa dikatakan sukses secara karir. Ia menuliskan: Seorang suami berkata, ”Saya melihat rumah tangga saya bisa dikatakan sukses secara ekonomi. Saya seorang pegawai negeri. Istri saya pengusaha. Ia sangat sibuk, sampai tak sempat memperhatikan saya. Akhirnya saya selalu tersinggung. Lalu saya pendam keinginan untuk membunuhnya. Biar ia mati di tangan saya, dan saya dijatuhi hukuman mati pula.”
Lain lagi, ada sebagian orang berusaha menghabiskan waktu di balik rumah-rumah megah atau vila-vila yang indah, untuk meraih ketenangan jiwa. Rutinitas mereka berpindah-pindah dari satu negeri ke negeri lain, mencari pantai-pantai yang mempesona. Di sana mereka lepaskan kegelisahan sambil memandang luasnya lautan dan langit yang tak bertepi.
Tapi, ternyata usaha ini juga tak mampu menyelesaikan masalah. Banyak orang yang tak bisa bertahan lama dalam kehidupan yang monoton seperti itu. Mereka ingin mencari tantangan. Sementara suasana yang mapan cendrung hanya memberikan rasa istirahat sejenak, setelah itu jenuh datang kembali.
Sebuah kasus pernah terjadi seorang lelaki baya yang hampir pensiun. Dan ini bisa juga menimpa Anda yang mempunyai persepsi serupa. Lelaki itu berkata, “Setelah aku pensiun nanti, aku mau istirahat. Pagi-pagi aku bangun, minum kopi, baca koran, nonton TV dan lain sebagainya. Siang hari aku istirahat. Sore hari aku nonton TV lagi sambil tidur-tiduran, lalu istirahat.”
Bayangan itu ia ciptakan sebagai kompensasai rasa lelahnya yang selama ini telah bekerja setiap hari, dari pagi hingga sore. Namun setelah pensiunan, ternyata ia malah sering jenuh dengan suasana yang monoton. Ia merasa harus segera mencari kegiatan lain. Terbukti, di masyarakat kita, kini tak sedikit para pensiunan yang bekerja lagi, mengisi hari tua mereka.

Ini menunjukkan, manusia selalu membayangkan ingin mendapatkan ketenangan hakiki. Tapi bayangan ketanangan itu seringkali lebih berupa kesenangan duniawi. Akibatnya, hampir setiap kesenangan yang mereka bayangkan tak sesuai dengan harapan mereka.
Sementara, ada sebagian orang berusaha meraih ketenangan jiwa dengan cara menyibukkan diri. Bila sedikit ada waktu kosong selepas kerja rutin di kantor, ia segera mencari kegiatan lain. Entah main golf, footsal, atau lainnya. Tapi ini juga tak selamanya menjadi solusi. Sebab, dengan terus bekerja, seseorang telah menjadikan tubuhnya sama dengan mesin. Lama kelamaan ia akan melemah dan loyo.
Karena itu, banyak sekali kasus bunuh diri terjadi di Jepang, karena alasan ketercekaman jiwa. Data Badan Kesehatan Dunia (WHO) menunjukkan, angka bunuh diri di Jepang setiap tahun mencapai sedikitnya 30.000 jiwa. Bahkan, karena terlalu banyaknnya kasus bunuh diri yang dilakukan manusia modern, di banyak situs internet, bisa kita temukan ada yang mengajarkan cara melakukan bunuh diri dengan cepat.
Gambaran ringkas di atas, tersimpulkan bahwa untuk mengurus jiwa, kita tak bisa melakukannya dengan sederhana. Yang perlu diingat, jiwa kita ini ada yang menciptakannya. Maka tak mungkin kita isi jiwa kita seenak nafsu. Kita harus belajar kepada Sang Pencipta. Upaya apapun untuk mengisi jiwa, jika tak sejalan dengan tuntunan sang Pencipta, manusia pasti akan menderita.
Allah SWT Sang Pencipta telah menurunkan buku bimbingan, yaitu al-Qur`an. Tak cukup dengan Kitab itu, Allah utus pula seorang Rasul atau Nabi sebagai instruktur dan panutan bagaimana seharunya melaksanakan kandungan buku suci tersebut.

Begitulah tegasnya Islam dalam urusan menjaga jiwa. Sebab, jiwa adalah inti manusia. Dan manusia hanya menjadi rangka mati tanpa jiwa. Karena itu, mengurus jiwa harus dilakukan sungguh-sungguh dan serius. Lebih dari itu, lakukan langkah-langkah efektif dengan mengikuti tuntunan Allah.
Perlu diingat, makanan jiwa bukanlah materi. Sebab jiwa bersifat spritual, dan ia butuh makanan yang spritual pula. Untuk mendapatkan hakikat spritual, manusia tak bisa mereka-reka dengan otaknya yang sangat terbatas dan serba relatif. Tapi harus kembali kepada Sang Pencipta Yang Maha Benar.
Mereka-reka kebutuhan jiwa, akan membuat manusia terjebak dalam kelelehan tanpa akhir. Akibatnya, ia akan putus asa. Itulah sebab utama mengapa manusia modern banyak yang melakukan bunuh diri.
Tak mungkin manusia menipu jiwanya. Silahkan cari cara-cara untuk menghindar dari kebutuhan jiwa yang hakiki. Pasti, jiwa akan meronta-ronta. Jiwa tak membutuhkan apa-apa, selain ibadah. Dan inti setiap ibadah adalah dzikrullah.
Allah berfirman, “Sesungguhnya Aku ini adalah Allah. Tiada Tuhan (yang haq) selain Aku. Maka sembahlah Aku, dan dirikanlah shalat untuk mengingat Aku.” (Qs. Thâha [20]: 14)
Jelas, jiwa membutuhkan ibadah. Dan hakikat ibadah adalah dzikrullâh. Bila seorang muslim menegakkan ibadah dengan sungguh-sungguh, penuh penjiwaan, dan khusyu’, maka ia akan mencapai ketenangan. Inilah makna ayat, “Ingatlah, bahwa hanya dengan dzikrullah hati akan tenang.” (Qs. ar-Ra’d [13]: 28)

Dzikrullâh merupakah jalan satu-satunya menuju ketenangan jiwa. Bila ketenangan dicapai, maka ia akan terjaga dari dosa-dosa. Inilah makna firman Allah, “Sesungguhnya shalat pasti mencegah dari perbuatan keji dan munkar.” Wallâhu a’lam bish-shawâb.

sumber: majalah Qalam


Sabtu, 16 Januari 2010

1 Dari 4 Orang Di Dunia Adalah Muslim


Setelah diberitakan bahwa pada 2050, benua Eropa menjadi benua dengan Muslim terbesar di dunia, kini, sebuah peta baru diungkap: 1 dari 4 orang di dunia adalah Muslim. Begitu laporan CNN pada Rabu (7/10). Jumlah Muslim ini mencakup keseluruhan dunia, dan laporan itu cukup terperinci. Adalah Pew Forum on Rleigion & Public Life yang merilis laporan ini dengan judul “Mapping the Global Muslim Population.”

India, negara dengan mayoritas penduduknya Hindu, mempunyai pemeluk Muslim demikian banyak, di bawah Indonesia dan Pakistan. Itu artinya, India mempunyai Muslim dua kali lipat banyaknya daripada Mesir.

China mempunyai Muslim lebih banyak daripada Syria. Jerman memiliki Muslim lebih banyak daripada Lebanon, dan Russia mempunyai Muslim lebih banyak daripada Yordan dan Libya bahkan jika keduanya digabungkan.

Dua dari tiga orang Muslim di dunia tinggal di Asia, tersebar dari mulai dari Turki sampai Indonesia. Timur Tengah dan Afrika Utara, yang menjadi rumah bagi 1 Muslim dari 5 penduduk di dunia menduduki peringkat kedua dalam penyebarannya.

Sekarang ini, di dunia terdapat lebih dari 1,57 milyar Muslim di dunia. Ini merepresentasikan 23 % dari total keseluruhan penduduk dunia yang berjumlah 6,8 milyar.

Kristen mempunyai pemeluk 2,25 milyar—berdasarkan laporan World Relgiions Database pada tahun 2005. Brian Grim, peneliti senior di proyek Pew Forum, sangat terkejut dengan perkembangan jumlah Muslim ini—ia mengatakannya langsung kepada CNN. “Jumlahnya melebihi apa yang saya perkirakan,” ujarnya.Berita gembira ataukah ancaman?
Laporan ini—menurut Reza Aslan, penulis buku laris “No God but God”—bisa memengaruhi kebijakan PBB. “Penduduk di Timur Tengah semakin membuat kecil persentase pemeluk Muslim di seluruh dunia.” Komentarnya. “Jika sudah menyangkut Muslim di dunia, jumlah ini akan mengindikasikan bahwa pencapaian ini tak bisa difokuskan demikian kecil hanya di Timur Tengah saja.”


Reza Aslan yang mempunyai darah Iran-Amerika ini menambahkan bahwa jika tujuan dari laporan ini seharusnya untuk menyatukan pengertian antara PPB dan umat Muslim, maka fokusnya seharusnya di Asia selatan dan Asia Tenggara, bukan Timur Tengah. Reza sendiri mengatakan hal tersebut sebelum laporan Pew Forum dipublikasikan kepada publik. Komentar Reza sangat beralasan mengingat sekarang umat Muslim dipojokkan dengan isyu teroris.

Muslim, sebuah proyek besar

Menurut Grim, laporan ini dikerjakan selama tiga tahun dengan melibatkan 232 negara di dunia. Tujuan mereka adalah mendapatkan gambaran yang jelas akan populasi Muslim di dunia pada saat ini. Mereka mendatangi sensus dan survey nasional di setiap negara. Pew Forum menyebutkan laporan ini sebagai “proyek terbesar”. Detail penuhnya dan bahkan apa yang ditemukan oleh para peneliti ini sangat mengejutkan.

“Ada negara yang kami perkirakan tak ada umat Muslimnya, ternyata jumlahnya sangat besar,” ujar Alan Cooperman, associate director Pew Forum, seraya menyebutkan India, Russia, dan China.

Yang lainnya, 2 dari 5 orang Muslim hidup di negara dimana mereka menjadi minoritas. Menurut Cooperman, sementara orang berpikir bahwa populasi Muslim di Eropa lebih banyak imigran, itu hanya terjadi di Eropa bagian barat saja. “Sisanya di Russia, Albania, Kosovo, dan yang lainnya, adalah penduduk Asli. Lebih dari separuh Muslim di Eropa adalah penduduk asli.”

Cooperman juga mengatakan terkejut mendapatkan populasi Muslim di Afrika bagian gurun Sahara. Ada 240 juta Muslim di sana—dan itu artinya 15% dari jumlah keseluruhan Muslim di dunia.

Islam tak pelak menjadi satu-satunya agama yang berkembang sangat pesat di dunia, dengan negara seperti Nigeri yang jumlahnya Muslim-nya sekarang sama dengan Kristen. Menurut Pew Forum, Nigeria juga menjadi negara keenam terbesar penduduk Muslim-nya.
Islam di masa depan
Secara kasar, sembilan dari 10 Muslim di dunia adalah pemeluk Sunni, dan satunya lagi adalah Syi’ah. Satu dari tiga Syi’ah tinggal di Iran. Sisanya di Iraq, Azerbaijan, dan Bahrain. Dan dari data statistik ini, sangat sulit menemukan Islam sektarian.

Penemuan ini hanya tahap pertama dari proyek Pew Forum. Tahun depan, mereka rencananya akan mengeluarkan laporan tentang perkembangan Muslim di masa depan, dan focus penelitian mereka akan melibatkan umat Kristen, dan pemeluk agama lainnya. Kata Grim, “Kami tidak hanya peduli kepada Muslim. Kami mencoba memotret perkembangan agama di dunia ini.”
Copas dari Swaramuslim

Kamis, 24 Desember 2009

Hukum Hipnotis menurut Islam

Hipnotis adalah aksi dari seorang yang ditujukan kepada orang lain dengan tujuan-tujuan tertentu dengan cara melemahkan daya fikir dan konsentrasi korban, yang biasanya melalui tatapan mata atau suara dengan nada berwibawa pada korban yang telah jatuh mentalnya. Ilmu gendam adalah bagian dari hipnotis.

Sugesti juga merupakan bagian dari hipnotis, namun sugesti ada yang positif dan ada juga yang negatif. Hipnotis tidak dapat dilakukan oleh sembarang orang karena tidak semua orang bisa terhipnotis. Untuk melakukan hipnotis, diperlukan mental yang sangat kuat. Orang yang bermental lemah tidak dapat melakukan hipnotis kecuali melalui cara supranatural dimana sejatinya bukan dia yang menghipnotis orang lain melainkan tenaga halus di luar dirinya yaitu jin. Begitu pula sebaliknya, orang yang bermental kuat tidak akan mudah untuk terhipnotis, itulah sebabnya, kebanyakan yang terkena hipnotis adalah perempuan. Meskipun tidak sedikit laki-laki yang bisa terkena hipnotis. Untuk menghipnotis orang lain diperlukan konsentrasi cukup tinggi sehingga akan sulit menghipnotis lebih dari seorang, sekalipun di tempat umum si penghipnotis tidak akan berani menjalankan aksinya ketika ada orang ketiga di situ, kecuali dia adalah komplotannya atau sama-sama bermental lemah.

Akhir-akhir ini hipnotis bergeser fungsinya menjadi ajang hiburan di Televisi, secara tidak sadar kita di buat tertawa dengan tingkah laku orang yang membeberkan rahasia dirinya yang sebenarnya tidak perlu kita ketahui, sang penghipnotis dengan bangganya membuka aib orang lain yang menurut agama hal tersebut adalah ghibah dan haram hukumnya.

Dari sudut bahasa yang digunakan mengindikasikan adanya ”keyakinan (qanaat), standar (maqayis) dan pemahaman (mafahim) dari luar Islam”. Kata ”Hipno” adalah dinisbatkan pada Dewa Tidur bangsa Yunani Kuno” yang berarti suatu simbolik kemusyrikan dari tuhan-tuhan yang diada-adakan. Meskipun kata ”hipno” sekarang ini sudah tidak sepenuhnya menjadi nama identitas Dewa, melainkan sekedar nama umum, tetapi istilah ini sudah menjadi khas berasal dari peradaban musyrik.

Hipnotis juga membuat seseorang berada di luar kesadaran atau menajdi tidak sadar atas apa yang dilakukannya. Hal ini hukumnya haram, bila di-qiyas-kan dengan hukum khamr sebagaimana sabda Nabi Saw.:

”Segala sesuatu yang memabukkan (muskirin) adalah khamr, dan setiap khamr adalah haram” (HR. Muslim dari Ibn Umar r.a).


Ketika seseorang dihipnosa jelas ia dalam keadaan tidak sadar, ia tidak dapat mengendalikan dirinya dan perbuatannya. Dan kesediaan dihipnosa berarti ia rela untuk kehilangan kesadarannya. Hal inilah yang menjadikan perbuatan setuju dihipnosa adalah haram apalagi sampai dihipnosa.

Hipnotis juga bermaksud untuk memberi perintah (sugesti) yang berada di bawah kesadarannya, bahkan tidak sadar. Kondisi ini sama dengan seseorang yang sedang tidur, mimpi atau pingsan. Maka hukum perintah, sugesti, nasehat, ataupun larangan dalam kondisi terhipnosa hukumnya adalah ”terpaksa”. Sugesti dalam keadaan tidak sadar tidak boleh diberi ”taklif” (beban kewajiban) apalagi dalam keadaan yang ia tidak dapat menggunakan akal sehat (akal sadar)-nya apakah perintah, sugesti, nasehat, ataupun larangan tersebut benar atau tidak menurut syari’at.

Ketidakmampuan menyeleksi, memilih dan mengambil keputusan secara sengaja merupakan tindakan ”jahil”, padahal Allâh saja telah melarang seseorang untuk melaksanakan salat ketika seseorang ”tidak mengerti” apa yang diucapkannya.

Mengosongkan hati dan fikiran dari segala hal adalah bukan ajaran islam karena itu sama saja dengan membukakan pintu masuk bagi setan untuk menyesatkan yang benar. Allah SWT memerintahkan untuk selalu mengiungat-Nya di setiap tempat dan waktu. Untuk itu jika anda sedang mempelajari sesuatu, tenaga dalam misalnya, kemudian anda disuruh mengosongkan fikiran anda, jangan anda lakukan, karena ilmu yang akan anda miliki adalah ilmu setan (jin) atau merupakan tanda terima kasih setan atas peluang yang telah anda berikan. Anda mempunyai kelebihan memukul jarak jauh, sejatinya bukan anda yang pukul, melainkan setan (jin) yang melakukannya. Jadi mengosongkan fikiran hati dari segala hal kecuali Allah dengan penuh khusyu dan konsentrasi, karena mengosongkan hati dan fikiran, berbda dengan berkonsentrasi.
Membaca fikiran orang lain di dalam islam hanya bisa dilakukan oleh mereka yang memiliki ketajaman firasat, itupun dengan syarat, orang tersebut harus benar-benar lurus dalam amal dan ibadahnya, sehingga dapat diyakini bahwa kelebihan yang dimilikinya adalah karunia Allah SWT.
Adapaun jika orang tersebut berakhlak buruk, ditambah amal dan ibadahnya tidak beres maka ketajaman yang dimilikinya tidak lebih dari informasi dari jin yang memberitahukan kepadanya tentang apa yang ada dalam fikiran orang lain, caranya melalui informasi berantai yang diberikan oleh qarin ( jin yang ditugaskan menemani manusia sejak lahir hingga meninggal) kepada jin, lalu jin ini memberitahukannya kepada tuannya.
Tips paling mudah untuk menghindari terkena hipnotis adalah jangan sekali-kali anda tatap matanya atau mendengarkan omongannya dan menuruti permintaannya. Mudah-mudahan kita semua di selamatkan dari perngaruh Jin dan Syetan yang berusaha untuk menjerumuskan kita ke api neraka. Amin.




Rabu, 07 Oktober 2009

Berbaik sangka kepada Allah


Manusia hidup tiak akan pernah lepas dari ujian, siapapun orangnya pasti dia pernah merasakan , sedang merasakan dan akan merasakan ujian dari Allah. Seperti yang terjadi di Sumatra barat sekarang ini, gempa bumi 7.6 dalam skala righter telah memporak porandakan kota Padang di Sumbar. Semuanya hancur dalam sekejap, belum lagi korban jiwa yang terhitung jumlahnya , tapi semua itu adalah Sunnatullah dan kita sebagai hambaNYA wajib menyikapinya dengan berbaik sangka (husnudzon) kepada Allah SWT, Dzat yang maha berkehendak atas segala sesuatu.

Sikap husnudzon kepada Allah wajib di miliki oleh setiap Muslim yang beriman, kita harus mengambil hikmah dari setiap qadha dan qadhar dari Allah. Yakinlah bahwa Allah Mahasuci dan tidak mungkin berbuat dhalim kepada hambaNYA , di balik penderitaan terhimpun kasih sayang yang senantiasa memancar.

Allah maha tahu kemampuan dan kekuatan yang di miliki makhlukNYA , setiap keputusan dan ketetapannya sudah diukur, sehingga Dia tidak akan mencelakai para makhlukNYA . Di balik musibah yang terjadi kita harus yakin bahwa Allah juga sudah mempersiapkan keruntungan kepada hambanNYA yang diuji .



Hilangkan perasaan resah, mengeluh yang berlebih-lebihan, karena sesungguhnya Allah jika mencintai suatu kaum maka Dia akan megujinya, Yakni barangsiapa rela dengan ujian itu , maka dia akan memperoleh ridlo-NYA,. Barangsiapa membenci ujian yang datang maka akan memperoleh murkaNYA.

Kehendak Allah adalah mutlak sedangkan kehendak manusia semua telah tertulis di Lauhul Mahfudz. Boleh jadi karunia Allah kepada hambaNYA tidak di sukai para hamba tersebut. Padahal di sisi Allah karunia itu sangat di ridhoiNYA

Innalloha `ala kulli syaiin qodiir.


Selasa, 22 September 2009

Selamat Idul fitrih 1430 Hijriyah

Alhamdulillah Puasa selama 1 bulan penuh telah kita jalani. Sebagai sesama muslim saya ucapkan "taqabbalallahu minna wa minkum shiyamana wa shiyamakum". Selamat Idul Fitri, mohon maaf lahir dan batin. Mudah-mudahan Allah menerima amal ibadah dan mengampuni segala dosa kita selama ini. Sehingga di hari yang fitri ini kita dapat kembali menjadi individu yang suci di hadapan-Nya. Amin Ya robbal Alamin



Selasa, 15 September 2009

Renungan akhir Ramadhan


Ramadhan tinggal beberapa hari lagi dan saya mencoba untuk merenung, kemenangan apa yang saya peroleh, sepertinya tidak ada kemenangan yang harus saya rayakan.
Saya masih merasakan sesuatu yang kurang dalam ramadhan ini, masih banyak hal yang belum saya dapatkan karena kurangnya amal ibadah yang saya jalankan. bukannya tidak mensyukuri nikmat Allah namun saya merasa saya masih kurang dalam berusaha. Apa yang saya kerjakan selama Ramadhan masih jauh dari kesempurnaan dalam peningkatan ibadah kepada Alloh.

Namun saya tetap berharap dengan keberkahan bulan Ramadhan, bahwa Allah akan mengabulkan doa-doa hambanya, ada dua permohonan yang saya panjatkan kepada Allah yaitu suatu permohonan untuk dipanjangkan umur dengan bertaqwa, agar bisa bertemu dan bertemu lagi dengan bulan Ramadhan yang agung, kedua saya memohon kepada Alloh limpahan rezeki, agar bisa melaksanakan rukun islam yang kelima yaitu Naik Haji ke Baitulloh.

Allohummu towwil `ummurana bi tho`tillah wa bitho`ati rasulillah
Allohumma inni asaluka rizqon halaalan toyyiban waasi`an mubaarokan

Semoga Alloh mengabulkan doaku ini Amin yaa robbal `Alamin





Kamis, 10 September 2009

Menyambut lailatul qadr

Tanpa terasa kita telah memasuki 10 hari terakhir bulan Ramadhan, dimana Allah akan membebaskan hambanya dari api neraka atau di sebut juga fase Itkun minan naar. Sebagaimana hadist- hadist Rasululloh yang masyhur bahwa di 10 terakhir terdapat Lailatul Qadr yaitu suatu malam yang dimuliakan oleh Allah dari malam-malam lainnya. Pada malam itu Allah memberikan keutamaan dan kebaikan yang teramat banyak, seperti yang tercantum di surat Al Qadr : 1-5 “Sesungguhnya, kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada malam Qadr (Kemuliaan). Tahukan kamu, apakah malam Qadr itu? Malam Qadr itu lebih baik daripada seribu bulan. Pada malam itu, turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Allah untuk mengatur segala urusan Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar”

Namun apakah kita sudah cukup peduli dengan keistimewaan Lailatul Qadr, cukup tanggap untuk memperoleh manfaat atau pahala di malam Lailatul qadr, sebab tidak seperti keistimewaan pada suatu barang, keistimewaan yang yang ditetapkan pada suatu tanda waktu adalah keistimewaan pasif yang tidak aktual dengan sendirinya. Di butuhkan respon dan aksi untuk mengaktualisasikannya, Lailatul Qadr akan bermakna apabila kita mengisinya dengan amal ibadah yang bernilai indah di mata Alloh. Tanpa itu, Lailatul Qadr hanya akan menjadi satuan waktu biasa seperti malam-malam biasa .

Yang paling baik kita lakukan pada Lailatul Qadr adalah beribadah dan ber-taqarrub kepada Allah. Diantara yang dianjurkan adalah:
1. I’tikaf, yaitu berada di masjid. Karena, Rasulullah SAW melakukan I’tikaf dan menjadikannya budaya yang tidak pernah beliau tinggalkan.
2. Qiyamul Lail (Shalat Malam). Rasulullah SAW bersabda; “Barang siapa yang menghidupkan malam Lailatul Qadr dengan Qiyamul lail karena iman dan mengharapkan pahala dari Allah.
3. Berdoa dan berdzikir. Aisyah ra berkata, “Wahai Rasulullah, bagaimana menurutmu apabila aku mengetahui Lailatul Qadr? Beliau bersabda; “Ucapkanlah, Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu’anna (Ya Allah, sesungguhnya Engkau adalah pemaaf dan menyukai maaf, maka maafkanlah aku)” (HR Turmudzi)

Lailatul Qadr dapt kita temui dari tanda-tandanya. Ahli hadits seperti Muslim, Ahmad, Abu Daud dan Turmudzi meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda; “Saat terjadi Lailatul Qadr, malam terasa jernih, terang dan tenang. Cuaca sejuk. Tidak terasa panas. Tidak terasa dingin. Dan pada pagi harinya matahari terbit dengan terang benderang tanpa tertutup satu awan”



Ada beberapa ulama salaf yang setiap tahunnya menemui malam lailatul qadr, sehingga mereka menyimpulkan menjadi satu syair yang maksudnya sebagai berikut:

  • apabila awal puasa Jum’at maka ambillah tanggal 29
  • jika diawali dengan Sabtu maka hari ke 21 tanpa ragu
  • apabila hari Ahad hari ke 27
  • dan jika hari senin maka lailatul qadr 29
  • jika selasa awal puasa maka di hari ke 25 akan didapat
  • apabila awal puasa hari rabu maka tanggal 27 lailatul qadr
  • sedang jika hari kamis maka malam tanggal 23

pendapat ini juga dikuatkan oleh beberapa ulama diantaranya Imam Nawawi.
Semoga saja kita dapat menemui keindahan Lailatul Qadr yang penuh keberkahan itu.