Selamat berkunjung di blog ini, jangan lupa tinggalkan komentar anda, terima kasih....

Selasa, 11 Agustus 2009

DNA Anak Noordin dan Jenazah Tidak Cocok

Spekulasi benar tidaknya jenazah gembong teroris Noordin M. Top masih berkembang. Ini terkait sampel Deoxyribonucleic Acid (DNA) anak Noordin yang diambil dari Malaysia dengan jenazah tersangka teroris yang tewas di Temanggung, Jawa Tengah, tidak cocok. Dari informasi yang dihimpun SCTV di Rumah Sakit Polri, Jakarta Timur, Senin (10/8), polisi tidak menemukan kecocokan DNA antara anak Noordin dan jenazah yang tewas dalam penggerebekan di Temanggung, Jawa Tengah.

Dari pemeriksaan fisik, diduga jasad tersangka teroris itu adalah Ibrahim, pria yang menghilang pascaledakan bom di Hotel Marriott dan Ritz Carlton, Kuningan, Jakarta Selatan, 17 Juli silam. Penata bunga di Hotel Ritz Carlton itu sempat masuk dalam daftar orang yang diduga sebagai pelaku pengeboman di Ritz Carlton [baca: Keluarga Bingung Ibrohim Dikaitkan Teror Bom].

Menurut Duta Besar RI untuk Malaysia, Da`i Bachtiar, Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Mabes Polri sudah mengambil contoh DNA anak Noordin M. Top. Dan Polisi akan mengidentifikasi jenazah tersangka teroris dengan sampel itu [baca: Densus 88 Sudah Ambil DNA Anak Noordin]. Namun hingga berita ini diturunkan, polisi belum memberikan keterangan resmi soal identitas jenazah yang tewas tersebut.

Sementara keluarga Air Setyawan dan Eko Sarjono datang ke RS Polri Jakarta, Senin (10/8) pagi. Mereka berniat memastikan apakah jenazah tersangka teroris yang ditembak di Jati Asih, Bekasi, adalah Air Setiyawan dan Eko Sarjono. Tapi mereka tak diizinkan masuk. Sebab, belum ada izin dari Kepala Bagian Reserse dan Kriminal (Kabareskrim) Inspektur Jenderal Polisi Susno Duadji.

Sampel dari DNA keluarga ibu dan anak tersangka Air dan tersangka Eko sudah diambil di Solo, Jateng, untuk diselidiki. Hingga sekarang keluarga belum yakin jenazah di ruang instalasi adalah Air dan Eko. "Mudah-mudahan itu bukan anak saya," kata Agus Purwanto, ayah Air.
Sumber: Liputan 6




2 komentar:

BUJANG SUSAH mengatakan...

Hanya Allah yg lebih mengerti.. wallahualam..

Prince Zatya mengatakan...

wah gawat ne.. polisi n dkk harus jgn lengah ...cari n babat noordin n antek2na...